Sangat penting bagi kita untuk mengerti bagaimana otak kita berkontribusi pada pikiran kita. Sementara kebanyakan dari kita fokus memperhatikan emosi agar bisa hidup lebih bahagia dan lebih sadar secara spiritual, ternyata gelombang otak dan pikiran bawah sadar kita juga mempunyai peran yang tak kalah penting di dalam kehidupan sehari-hari. — 5 Jenis Gelombang Otak Manusia

Ditulisan ini, kita akan mengenal lebih jelas apa itu gelombang otak, ragam jenisnya, dan peran masing-masing gelombang otak di kehidupan sehari-hari. Mari kita mulai!

Apa Itu Gelombang Otak?

Otak kita memiliki milyaran neuron yang saling berkomunikasi satu sama lain atau berosilasi sendiri. Ketika neuron berkomunikasi satu sama lain dalam jumlah besar dan serentak, ia menghasilkan gelombang elektromagnetik atau disebut juga sebagai gelombang otak. Gelombang ini dapat diukur menggunakan Elektroensefalografi (EEG) dengan satuan Hertz (siklus per detik).

Perlu diketahui bahwa otak kita tidak hanya menghasilkan satu gelombang pada satu waktu. Gelombang otak yang berbeda bisa muncul di area otak yang berbeda dalam waktu bersamaan.

Lalu bagaimana cara menentukan jenis gelombang otak yang sedang aktif pada seseorang?Jenis gelombang otak yang aktif ditentukan berdasarkan dominansi gelombang yang muncul.

5 Jenis Gelombang Otak Manusia

Otak kita memiliki lima jenis gelombang dengan frekuensi tertentu yaitu Gamma, Beta, Alpha, Theta, dan Delta. Dimana setiap jenisnya memiliki peran dan tujuan masing-masing.

Dengan memahami jenis gelombang otak ini, kita akan lebih mudah menentukan keadaan yang dibutuhkan untuk meraih fungsi mental yang optimal di berbagai aktivitas di keseharian kita.

Berikut penjelasan lebih detail tentang lima jenis gelombang otak manusia.

1. Gamma (40-100 Hz)

Gelombang gamma ini adalah gelombang otak yang paling baru ditemukan. Gamma merupakan gelombang otak yang paling cepat dan memiliki frekuensi tinggi. Frekuensi gelombang otak yang paling halus, sehingga untuk mengakses gelombang otak gamma pikiran harus benar-benar tenang dan sunyi.

Belum banyak informasi yang ditemukan tentang gelombang gamma ini sehingga masih menyimpan banyak misteri, akan tetapi hasil penelitian awal menunjukan bahwa gelombang gamma ini berhubungan dengan pemrosesan informasi secara simultan dari area otak yang berbeda. Sehingga informasi disampaikan dengan sangat cepat dan sunyi. Hasil ini membuat para peneliti meyakini fungsi gelombang gamma terkait pembelajaran, daya ingat, dan pemrosesan informasi.

Penelitian lainnya tentang gelombang gamma pada biksu-biksu di Tibet menunjukan adanya korelasi antara gelombang gamma dengan kondisi mental spiritual. Maka dari itu, gelombang otak gamma pun dipercaya berkaitan dengan pencerahan dan tingkat kesadaran yang lebih tinggi.

2. Beta (12-40 Hz)

Gelombang Beta dikenal juga sebagai kondisi sadar normal atau mode kerja. Dimana terjadi peningkatan pada kewaspadaan, logika, dan pertimbangan kritis.

Gelombang otak beta akan mendominasi ketika perhatian kita diarahkan pada tugas-tugas kognitif dan aktivitas sehari-hari. Karenanya gelombang beta sangat berperan penting dalam pemecahan masalah, penilaian, pengambilan keputusan, atau aktivitas mental yang terfokus.

Sementara gelombang otak beta penting untuk berfungsi efektif sepanjang hari, gelombang otak beta berkontribusi juga pada stres, kecemasan dan kegelisahan. Kok bisa? Mari kita telaah!

Para peneliti membagi gelombang otak beta ke dalam tiga jenis :

  • Lo-Beta (12-15 Hz) atau gelombang beta rendah. Gelombang ini muncul ketika kita dalam kondisi siaga atau merenung.
  • Beta  (15-22 Hz) atau gelombang beta normal. Gelombang ini muncul ketika kita sedang aktif melakukan sesuatu.
  • Hi-Beta (22-38 Hz) atau gelombang beta tinggi. Gelombang ini muncul saat kita berpikir secara kompleks, mengintegrasikan pengalaman baru, memiliki kecemasan tinggi, atau merasakan kegembiraan.

Pemrosesan frekuensi tinggi yang berkelanjutan bukanlah cara yang efisien untuk menjalankan otak, karena membutuhkan dan menguras energi yang besar. Oleh karenanya, kita perlu mengatur ritme di kondisi beta ini agar tidak mudah stres.

Sementara yang terjadi di sekitar kita malah kebalikannya. Masih banyak yang terjebak untuk memaksakan dirinya selalu berada di kondisi beta dan tidak mengatur ritme dengan baik, itu mengapa mereka mudah stres. Ibaratnya otak diforsir gila-gilaan tanpa jeda sampai ngebul, mesin kendaraan saja bisa mogok kalo kepanasan begitu juga dengan otak kita.

Tidak mengejutkan bila stres menjadi masalah kesehatan yang umum dialami kebanyakan orang saat ini. 😉

3. Alpha (8-12 Hz)

Gelombang alpha termasuk gelombang otak yang pertama kali ditemukan bersama gelombang beta oleh Hans Berger, seorang neurologist asal Jerman yang juga menemukan Elektroensefalografik (EEG).

Gelombang alpha adalah frekuensi antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Gelombang alpha akan dominan selama pikiran kita mengalir dengan tenang, saat relaksasi, melamun, atau dalam kondisi meditatif.

Frekuensi gelombang alpha adalah keadaan istirahat untuk otak. Gelombang alpha berperan dalam koordinasi mental secara keseluruhan, ketenangan, kewaspadaan, pembelajaran, dan integrasi antara pikiran serta tubuh. Itulah kenapa banyak peniliti mengungkapkan bahwa gelombang alpha bisa membantu meningkatkan kreatifitas bahkan sampai mengurangi gejala depresi.

4. Theta (4-8 Hz)

Gelombang theta paling sering terjadi dalam tidur, tapi juga bisa dialami dalam kondisi meditasi mendalam. Gelombang theta merupakan pintu gerbang kita untuk belajar, mengingat, dan berhubungan dengan intuisi. Karena pada kondisi theta indra kita ditarik dari dunia luar dan fokus pada sinyal yang berasal dari dalam diri.

Dikondisi theta-lah kita bermimpi, mengalami visualisasi yang jelas, inspirasi luar biasa, kreativitas yang mendalam, dan menerima informasi di luar kesadaran normal kita. Selain itu, kondisi theta adalah tempat program pikiran kita yang paling dalam berada. Dalam kondisi theta kita lebih mudah mengakses pikiran bawah sadar kita. Baik program positif yang kita miliki maupun program negatif seperti trauma, kenangan buruk, sejarah kelam hidup kita semua tersimpan di sana.

Zona yang paling sering dimanfaatkan adalah perbatasan antara alpha – theta, yaitu antara frekuensi 7Hz hingga 8Hz. Dimana zona ini adalah rentang optimal untuk visualisasi, melakukan pemrograman pikiran, atau bahkan melakukan hipnoterapi. Pada frekuensi ini, kita berada dalam kondisi sadar akan lingkungan namun tubuh kita sedang dalam relaksasi yang mendalam.

Selain uraian di atas penelitian membuktikan juga bahwa dalam kondisi gelombang theta yang dominan seseorang bisa merasakan koneksi spiritual yang mendalam.

5. Delta (0-4 Hz)

Gelombang delta adalah gelombang otak paling lambat tapi paling keras (gelombang dengan frekuensi rendah). Kita mengalami kondisi gelombang delta saat tidur nyenyak (tidur yang sangat dalam, tanpa mimpi) atau dalam meditasi transendental yang sangat dalam. Oleh karena itu, gelombang delta dikaitkan pula dengan proses penyembuhan dan pemulihan.

Itulah lima jenis gelombang otak manusia. Harapannya dengan mengenal dan memahami jenis gelombang otak yang ada kita bisa lebih mudah mengatur ritme di kehidupan sehari-hari. Sehingga bisa hidup lebih bahagia, terbebas dari stress, lebih sehat secara fisik dan mental, mencapai kondisi optimal dalam aktivitas dan pembelajaran, hingga membantu kita meningkatkan kesadaran kita secara spritual.

Semoga bermanfaat!