Akhir-akhir ini kita seringkali menemukan situasi dimana ada orang yang dengan sengaja mencari-cari kesalahan yang menyebabkan tersulutnya amarah dan rasa takut bagi banyak orang. Tidak sedikit juga orang-orang yang lebih mementingkan diri sendiri daripada keadaan sosial di lingkungannya. Hal-hal tersebut menunjukkan lunturnya rasa kepekaan sosial di dalam masyarakat. Padahal jika kita ingin mempunyai kehidupan yang bahagia dan damai, salah satu kuncinya adalah dengan memiliki rasa kepekaan sosial dan empati yang tinggi.

Empati adalah suatu kondisi dimana kita bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain. Dari empati ini kita akan bisa saling memahami. Rasa empati ini hanya akan bisa dirasakan jika kita mau memasuki dunia internal orang lain. Dengan memasuki dunia internal orang lain, kita bisa merasakan emosi, konflik, desire orang tersebut tanpa menghilangkan perspektif pribadi kita.

As I said before, jika kita ingin mempunyai kehidupan yang lebih bahagia, kita harus bisa berempati terhadap orang lain. Bagi orang-orang yang merasa bahwa rasa empatinya sudah terlanjur luntur, jangan khawatir, ada penelitian yang menyatakan bahwa empati bisa dibangun dan dipelajari. Kabar baik, bukan? 🙂

Listen!

Cara paling simple untuk berempati adalah dengan mendengarkan orang lain. Tapi bukan sekedar mendengarkan loh. We have to pay attention closely. Kita harus mendengarkan dengan hati. Perhatikanlah bagaimana cara orang lain menyampaikan ceritanya. Lakukan kontak mata, amati bahasa tubuh yang digunakan agar kita bisa mengetahui perasaan sebenarnya dari orang tersebut. Jangan pernah mengabaikan orang lain yang sedang cerita kepada kita dengan mengotak-atik handphone atau memikirkan hal lain.

No Judgement!

Selain itu, agar kita mampu berempati dengan baik, hindarilah men-judge orang lain. Cobalah untuk memahami cara pandang orang lain dalam menyikapi suatu masalah tanpa terburu-buru menilai bahwa cara pandang orang itu baik atau buruk. Kita juga bisa memberikan saran-saran yang positif dan membangun kepada orang lain. Menawarkan dan memberikan bantuan juga bisa menunjukkan bahwa kita mengerti atas apa yang orang lain alami.

Dari empati, kita dapat memahami tentang bagaimana dan mengapa orang lain melakukan apa yang mereka lakukan. Selain itu empati juga bisa membuat kita lebih menghormati dan menghargai orang lain. Empati juga bisa membuat kita lebih bijaksana dalam menyelesaikan konflik.

Banyak sekali kan keuntungannya? Jadi, marilah berempati.

%d blogger menyukai ini: