Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, selain berpuasa kita juga diwajibkan untuk bisa menahan hawa nafsu. Bulan ini memang jadi momentum bagus membangun kebiasaan manage emosi diri. Nah berikut 4 cara manajemen emosi yang efektif selama puasa.

1. Hindari situasi yang bisa menyulut emosi

Tips menahan emosi saat puasa yang pertama ini, dibutuhkan kepekaan dan kesadaran tentang dampak situasi tertentu. Contohnya, jika Anda tahu kalau Anda bakal suka marah-marah saat sedang dalam suasana terburu-buru, baiknya Anda hindari situasi yang memicu Anda emosi.

Misalnya, Anda suka merasa keswal akibat telat ke kantor, seharusnya selama bulan puasa Anda keluar rumah 10-30 menit lebih awal guna mengantisipasi keterlambatan yang memicu emosi. Dengan antisipasi kecil macam hal tersebut, Anda bisa menghindari situasi menyebalkan dan puasa pun berjalan lancar tanpa kendala emosi.

2. Jangan terlalu dianggap serius, kaitkan saja dengan humor

Selama puasa, banyak-banyaklah untuk bercanda dan berhumor ria. Gunakan humor atau candaan untuk membantu Anda menghadapi hal-hal yang kemungkinan bisa menyulut emosi. Hindari juga bacaan gosip, dan masalah-masalah umum yang berkaitan dengan kebencian, agar ibadah puasa Anda tetap sah tanpa tersandung masalah emosi.

3. Latih diri untuk tetap rileks

Melatih diri sendiri untuk tetap rileks, bisa menjadi salah satu tips menahan emosi saat puasa bagi yang temperamentalnya tinggi. Awalnya, Anda perlu mempraktikan latihan pernapasan, ketika merasa ada hal-hal yang akan memicu emosi naik. Lalu, Anda bisa menghembuskan napas dan mengatakan hal-hal ajaib nan ampuh seperti santai, tenang, rileks, atau bahkan biasanya menyebut all is well. Anda juga bisa mengalihkan emosi dengan tidur, mendengarkan musik, atau relaksasi.

4. Latihan jadi orang yang pemaaf 

Selama puasa, cara paling mudah agar emosi tidak meluap adalah dengan menjadi orang yang pemaaf. Pasalnya, jika Anda membiarkan amarah dan perasaan negatif lainnya menang, hal hal positif lainnya akan berkurang. Tidak jarang, sehari-hari atau bahkan di bulan puasa, Anda akan menjadi orang yang moody dan menyebalkan.

Baiknya, tanamkan di pikiran Anda kalau menjadi orang pemaaf lebih baik daripada dikenal menjadi orang yang emosional. Selain bisa menghindari Anda dari dampak buruk tertentu, dengan memaafkan Anda juga bisa menambah pahala ibadah yang terjamin pada bulan penuh rahmat ini.

Semoga bermanfaat!