Pernah nonton film keluaran Disney Pixar yang judulnya Inside Out? Film ini bercerita tentang lima emosi dasar manusia yang ada di dalam diri seorang gadis bernama Riley. Kelima emosi dasar itu antara lain joy (bahagia), sadness (sedih), anger (marah), disgust (jijik) dan fear (takut). Tagline film Inside Out ini adalah Meet the Little Voice Inside Your Head yang menurut saya taglinenya sangat sesuai karena di film ini kita akan tau bagaimana proses emosi mengendalikan pikiran kita secara bergantian.

Nah, di postingan kali ini saya akan membahas tentang emosi dasar manusia. Di dalam interaksi sosial, kita sebagai manusia tidak pernah terlepas dari emosi, baik itu emosi positif atau pun emosi negatif. Emosi muncul akibat reaksi penilaian yang kompleks dari sistem saraf terhadap rangsangan dari dalam diri sendiri atau rangsangan dari luar. Emosi bersifat dinamis sehingga dapat dipelajari dan diamati. Memahami emosi dasar manusia dapat membantu kita untuk memahami perasaan diri sendiri dan orang lain.

Berikut saya ulas sedikit emosi dasar yang dapat membuat Anda memahami perasaan diri sendiri :

  1. Bahagia

Kebahagiaan sangat didambakan oleh semua orang. Emosi bahagia adalah segala sesuatu yang menimbulkan kesenangan dalam hidup. Rasa senang dapat bersifat adiktif. Jika hal yang menyenangkan itu hilang, orang cenderung merindukan momen yang menyenangkan tersebut.

  1. Sedih

Kesedihan biasanya diakibatkan oleh hilangnya rasa puas dan rasa damai di hati atau merasa kehilangan akan sesuatu hal yang sangat berharga dan bernilai bagi diri. Merasa bersalah, ditinggalkan, merasa sendiri, bosan merupakan beberapa bagian dari emosi sedih. Kesedihan cenderung membuat seseorang bersikap pasif.

  1. Marah

Biasanya sumber utama dari kemarahan adalah hal-hal yang mengganggu dalam mencapai tujuan. Amarah juga merupakan hasil dari bagaimana seseorang dalam memandang sesuatu.

  1. Jijik

Jijik biasanya terjadi jika ada suatu hal yang tidak menyenangkan atau tidak enak.

  1. Takut

Seseorang akan merasa takut ketika suatu hal menjadi ancaman. Perasaan ini dapat mendorong kita untuk sebisa mungkin menghindari kontak dengan hal yang menjadi ancaman itu. Rasa takut juga dapat melibatkan pengalaman fisiologis seperti jantung berdenyut lebih kencang, nafas cepat dan gemetar.

Sebenarnya emosi sangat bisa dikendalikan karena kita memegang penuh kendali akan diri kita. Yang harus kita lakukan adalah belajar untuk mengendalikan emosi dengan menerima semua aspek emosi yang ada di dalam diri kita.