“Lo rese kalo lagi laper!”. Tagline iklan salah satu produk makanan ini memang ada benarnya loh, bahkan terbukti secara ilmiah. Kita pasti pernah jadi gampang marah, bete dan tersinggung hanya karena sedang lapar. Misalnya nih belum sempat sarapan di rumah, perut lapar, begitu sampai kantor setumpuk kerjaan sudah menanti, alhasil mood jadi berantakan, bete dan uring-uringan. Atau saat berada di tengah kemacetan sepulang kerja, dengan kondisi perut lapar, membuat kita marah-marah gak jelas.

Rasa lapar biasanya diawali dengan perut keroncongan, lemas, sakit kepala, pandangan kabur dan tidak fokus. Setelah itu rasa lapar akan membuat seseorang menjadi bertemperamen buruk dan mudah marah. Lapar merupakan sinyal dari tubuh yang memberitahukan bahwa kita perlu makan. Jika kita mengabaikan sinyal tersebut, maka akan terjadi suatu hal yang tidak semestinya dalam tubuh kita.

Lalu kenapa sih saat kita lapar kita jadi gampang marah? Zat-zat yang terkandung di dalam makanan yang kita makan dicerna menjadi gula sederhana yang didistribusikan ke organ-organ dan jaringan-jaringan yang ada di dalam tubuh dan digunakan sebagai energi. Sejak terakhir kali kita makan, pasokan nutrisi di dalam tubuh menurun karena telah digunakan sebagai energi.

Jika kadar gula darah menurun cukup signifikan, otak akan menganggap penurunan kadar gula darah tersebut sebagai situasi yang mengancam jiwa. Sebagai sumber energi yang berguna untuk mengontrol temperamen dan emosi, rendahnya kadar gula darah dapat menyebabkan seseorang menjadi gampang marah.

Nah agar kita tidak gampang marah karena lapar, hal termudah yang dapat kita lakukan adalah makanlah sebelum merasa terlalu lapar. Dan perlu diingat bahwa kita harus memilih makanan yang kaya nutrisi untuk memuaskan rasa lapar dan mengenyangkan lebih lama tanpa menumpuk kalori.