Pada umumnya ada 6 Respons yang biasanya orang lakukan ketika menghadapi suatu masalah. Coba Anda perhatikan sambil melihat kembali apakah respons tersebut ada pada diri Anda.

1. Respons Memendam

Orang-orang yang punya kebiasaan ini umumnya menyimpan dendam, kebencian, dan kekecewaan terhadap orang lain. Mereka juga tipe orang yang menghindari konfrontasi sehingga orang lain justru tidak ada yang dendam kepada mereka.

Di suatu titik, jika rasa dendam ini sudah mencapai batas toleransinya, ia akan meledak. Biasanya saat hal ini terjadi, orang lain akan kaget dan begitu pula dirinya sendiri.

2. Respons Melampiaskan

Orang-orang ini jarang memendam, tetapi banyak sekali yang biasanya dendam kepada mereka. Karena jika kesal sedikit langsung marah-marah. Bete sedikit, marah-marah. Namun, yang mereka luapkan itu jika diibaratkan dengan gunung berapi hanya sekedar asapnya saja, bukan lavanya.

Terkadang mereka sendiri sebenarnya bingung apa yang menjadi dasar kemarahan mereka sehingga mereka melampiaskannya tanpa tujuan.

Itu sebabnya biarpun mereka sudah melampiaskan, mereka tetap merasa tidak puas dan lega. Dengan kata lain, meskipun mereka melampiaskan amarah, tetap saja ada amarah yang terpendam karena tidak diutarakan dan tidak disadari dengan baik.

3. Respons Melarikan Diri

Orang-orang seperti ini biasanya mencari pelarian dengan cara pergi ke klub, hangout bareng dengan teman, belanja, makan, drugs, minum, dan lain-lain. Apa pun dilakukan untuk melarikan diri dari masalah.

Hal-hal seperti ini yang sebenarnya membuat seseorang sulit keluar dari masalah. Karena yang perlu disembuhkan bukan perilakunya (minum, drugs, dll) melainkan pola dan respon mereka saat menghadapi masalah.

4. Respons Mengacuhkan

Ketika ditanya apakah ada masalah, orang jenis ini akan menjawab “Tidak apa-apa” atau “Ah, Baik-baik saja kok”. Mereka terbiasa mengacuhkan masalah mereka. Sehingga nantinya pola mengacuhkan ini seolah-olah menjadi tindakan refleks.

Jika anda mempunyai respons jenis ini, berhati-hatilah. Karena, jika terlalu lama, anda bisa mengalami disasosiasi emosi ~ tidak mengerti apa yang dirasakan sebenarnya karena sudah terlalu terbiasa mengacuhkan.

5. Respons Menyalahkan

Orang-orang seperti ini punya kecenderungan untuk menyalahkan. Ya, menyalahkan apa saja, orang lain, keadaan, atau apapun asalkan bukan dia yang salah.

Atau, bisa jadi kebalikannya dia menyalahkan sepenuhnya diri sendiri atas semua yang terjadi.

Dua hal tersebut memiliki akhir yang sama saja, yaitu masalah tidak selesai tapi dirinya yang justru disibukkan dengan rasa salah dan menyalahkan sehingga berputar-putar terus di tempat yang sama.

Sudah ketemu? dari ke 5 jenis di atas respons yang manakah yang sering anda lakukan? Menariknya, respons yang kita gunakan itu biasanya diturunkan oleh orangtua kita atau orang yang punya peranan penting dalam perkembangan kita. Coba cek, deh. Apakah jurus anda sama dengan kedua orang tua anda atau dengan orang yang punya pengaruh besar atas perkembangan anda ?

Mas Den, bentar-bentar. Kok ke 5 jenis respons tadi sepertinya bukan respons yang tepat ya, lalu gimana sebenarnya cara merespons yang tepat itu?

TEPAT! 5 Jenis respons di atas memang bukan merupakan respons yang tepat dalam menghadapi masalah. Tenang saya akan kasih tahu, bukan Deni namanya jika tidak menyertakan solusi.  😎

Respons yang paling tepat ini saya namakan Respons Sang Pemenang! Ini yang jadi Kunci Rahasia banyak orang untuk menghadapi masalah.

6. Respons Sang Pemenang

Para pemenang merespons segala sesuatunya dengan cara dan timing yang tepat. Mereka tahu bahwa masalah yang datang bukan karena salah apapun atau siapapun sehingga mereka tidak lagi menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Mereka tahu jika mereka harus mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi di hidupnya karena apapun yang terjadi pada hidup mereka adalah tanggung jawab mereka. Mereka tahu kapan waktunya mundur sejenak untuk menenangkan pikiran, membebaskan diri dari emosi untuk bisa melihat dan menilai lebih jernih. Mereka tahu bahwa yang mereka butuhkan adalah solusi, bukan masalah yang malah semakin mereka perbesar.

Dan ketika sudah siap, mereka juga tahu kapan waktunya maju menghadapi masalah dengan solusi yang sudah mereka temukan sehingga mereka bisa menyelesaikan problematika hidupnya dengan lebih baik, efektif, dan efisien.

Bagaimana dengan anda? Tentu mau dong punya mental Sang Pemenang ini?

Jika mau yuk kita mulai implementasikan Respons Sang Pemenang pada keseharian kita, menjadikannya kebiasaan dalam merespons segala sesuatu agar perjalanan hidup kita bisa lebih menyenangkan.  😉