Apakah Anda senang menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak Anda butuhkan? Apakah Anda merasa puas saat bisa membeli barang yang Anda inginkan? Apakah Anda merasa sangat bersalah dan tertekan setelah sadar bahwa Anda telah menghabiskan banyak uang dan waktu untuk membeli barang-barang yang tidak perlu? Apakah pereda stres Anda adalah berbelanja? Apakah Anda mempunyai banyak barang yang tidak pernah dipakai? Apakah Anda tidak bisa mengontrol diri Anda saat berbelanja? Dan apakah Anda merasa terganggu dengan kebiasaan berbelanja tersebut? Jika kebanyakan jawaban Anda adalah “Iya”, dapat dipastikan Anda adalah seorang shopaholic. An irrational shopper.

Di zaman sekarang ini, gaya hidup konsumtif dan hedonis sangat menjamur di kalangan masyarakat. Banyak orang berlomba-lomba untuk mengumpulkan barang-barang dan memakai barang-barang branded hanya karena ingin dihormati dan agar terlihat percaya diri. Hal tersebut dapat melahirkan para shopaholic. Secara psikologis, shopaholic merupakan salah satu gangguan obsesif kompulsif, yang dapat menyebabkan seseorang melakukan perilaku irasional secara berulang di luar kendalinya dan akan merasa tersiksa jika kebiasaan itu tidak dilakukan.

Ada beberapa alasan mengapa Anda menjadi seorang irrational shopper:

Terpengaruh iklan!. Iklan menjadi salah satu hal yang mempengaruhi perilaku konsumsi kita menjadi irasional. Iklan yang efektif tidak hanya memberi argumen rasional yang membuat kita melakukan pembelian terhadap produk yang diiklankan tapi juga bekerja mempengaruhi emosi kita. Selain itu, kita juga akan tergerak untuk membeli suatu produk yang desain pemasaran dan paket produknya dibuat menarik dan lebih meyakinkan. Oia, penetapan promosi harga juga membuat kita sulit untuk tidak membeli suatu produk dan membuat kita menjadi irrational shopper.

Kurang percaya diri. Kurangnya rasa percaya diri dan ingin mendapat pengakuan dari orang lain dapat membuat kita menjadi seorang shopaholic. Contohnya adalah kita meniru apa yang dipakai, dibeli dan dikonsumsi orang lain dengan tujuan untuk menyesuaikan diri karena kita tidak yakin dengan pilihan kita, padahal mungkin saja barang yang dipakai, dibeli dan dikonsumsi orang lain itu bukan barang yang kita butuhkan.

Anda mempunyai kepribadian yang impulsif. Bagi orang yang mempunyai kepribadi yang impulsif, mereka cenderung melakukan pembelian yang tidak terencana dan tidak didukung dengan alasan yang kuat, yang pada umumnya sikapnya tergolong irasional. Para pembeli impulsif cenderung lebih mudah terpengaruh oleh iklan, kemasan produk dan harga promosi dari pada konsumen yang lain.

Bagi Anda para shopaholic atau irrational shopper, ada cara untuk membantu mengatasi masalah Anda, antara lain hindari window shopping, karena bagi para irrational shopper, tidak menutup kemungkinan dari cuma window shopping jadi shopping betulan. Jangan tergoda dengan kata ‘sale, kalau Anda sebagai shopaholic lihat kata sale di mall-mall, segeralah menjauh dari tempat tersebut sebelum keinginan belanja Anda tidak dapat ditahan. Membuat daftar belanja, agar Anda fokus apa saja yang harus dan tidak harus Anda beli. Hindari penggunaan credit card dan bawalah uang cash yang terbatas tapi mencukupi jika pergi berbelanja. Dan yang paling penting adalah ubahlah mindset Anda. Tanamkan pada diri Anda untuk tidak terlalu menuruti nafsu dan menjauh dari perilaku konsumtif dan hedonis.

Nah para irrational shopper, semoga tulisan ini bisa membantu ya…