Rasa takut termasuk ke dalam emosi dasar manusia. Banyak hal yang dapat membuat kita merasa takut, mulai dari hal yang spesifik, seperti takut cicak (seperti yang saya alami –“), kecoa atau mertua (eh :p). Atau hal yang lebih umum, seperti takut bersosialisasi, takut berbicara di depan umum, atau bahkan takut pada hal-hal yang sering dianggap konyol, seperti takut pada orang berkepala botak misalnya.

Rasa takut muncul ketika kita menganggap sesuatu sebagai ancaman. Perasaan ini dapat mendorong kita untuk sebisa mungkin menghindari kontak dengan hal yang menjadi ancaman tersebut.

Athychiphobia

Ada satu jenis ketakutan yang berdampak langsung pada potensi kita dalam meraih kesuksesan dan rasa takut ini dialami oleh kebanyakan orang, yaitu TAKUT GAGAL. Sebenarnya takut gagal itu hal yang wajar, namun akan menjadi tidak wajar dan sangat merugikan jika rasa takut itu berlebihan. Ketakutan yang berlebihan pada kegagalan disebut atychiphobia.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, rasa takut mendorong kita untuk melakukan penghindaran terhadap sesuatu yang kita takuti. Maka pada saat takut gagal biasanya reaksi emosional dan perilaku kita dipenuhi dengan negative self talk seperti “Ah kayaknya gak bisa deh melakukan ini”. Atau kalimat-kalimat bernada serupa yang membuat kita enggan untuk mencoba hal-hal baru yang kita inginkan.

Selain itu, antisipasi dari takut gagal dalam mencapai suatu tujuan membuat kita mempunyai kepercayaan diri yang rendah, cemas berlebihan, melakukan penundaan dalam mengerjakan sesuatu, membayangkan hal-hal yang mengerikan yang belum tentu terjadi, tidak mau keluar dari zona nyaman dan perfeksionisme atau hanya mau melakukan hal-hal yang kita tau akan kita selesaikan dengan sempurna dan berhasil.

Dalam jangka panjang, rasa takut akan kegagalan dapat menyebabkan masalah yang mempengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang., seperti mudah lelah, energi rendah, kinerja menurun dan tidak puas dengan kehidupannya.

Sebenarnya menyikapi kegagalan sepenuhnya tergantung pada sudut pandang kita. Beberapa waktu lalu saat saya merasakan atychiphobia, teman saya bilang begini “Kamu kok mikirnya sempit banget sih, kegagalan ini kan bukan akhir dunia.”

Dari situ saya mulai berpikir bahwa daripada saya terus meratapi kegagalan yang saya alami, lebih baik saya menerima kegagalan tersebut sebagai sesuatu yang tidak terelakan dalam kehidupan.

Karena dalam segala hal yang kita lakukan selalu ada kemungkinan kegagalan dan melihat kegagalan tersebut sebagai pengalaman belajar untuk saya bertumbuh, menjadi kuat dan bisa menemukan motivasi untuk berhasil.

Ada beberapa cara untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan, antara lain:

Pertama, pahami apa sebenarnya yang menjadi ketakutan kita. Banyak orang mengalami takut akan kegagalan karena mereka takut akan hal yang tidak diketahui dan membayangkan sesuatu yang buruk terjadi. Dengan memahami apa ketakutan kita, kita bisa bergerak maju dan mengambil keputusan secara tepat.

Kedua, berpikir positif. Dengan berpikir positif, kita bisa menumbuhkan kepercayaan diri dan menetralisir sabotase diri. Kepercayaan diri dapat membuat kita yakin saat membuat keputusan dan komitmen, dan yakin bahwa dunia akan berkonspirasi untuk mendukung kita dalam mewujudkan tujuan.

Ketiga, take action. Banyak kegagalan disebabkan oleh terlalu fokusnya kita terhadap tantangan dan rintangan namun tidak memulai apa yang seharusnya dilakukan. Seharusnya kita fokus melakukan hal-hal untuk mencapai tujuan kita. Mulailah dengan mengerjakan langkah-langkah kecil yang dapat mendekatkan kita pada goal akhir.

Dan yang terakhir, positive feeling. Sebenarnya dengan berpikir positif saja kita dapat mengatasi ketakutan kita. Namun akan lebih optimal jika kita menggunakan positive feeling dan menyelaraskannya dengan positive thinking. Kekuatan terbesar dari positive feeling adalah keikhlasan. Dengan perasaan ikhlas maka diri kita akan dipenuhi dengan berbagai perasaan positif yang berenergi tinggi. Seperti rasa syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia. Hal ini akan menuntun kita untuk selalu berada di jalan yang benar dalam mencapai tujuan.

Nah marilah berusaha mengatasi fear of failure demi hidup yang lebih baik 🙂