Suatu malam, seorang teman bertanya pada saya :

“Mas Den, dirimu sering bilang dan bahas soal mencintai diri sendiri (self-love). Kok ya, aku ngerasa kesannya dengan mencintai diri kita sendiri itu berarti kita egois. Gimana tuh mas bisa tolong dijelaskan biar ga jadi bingung?“.

Pertanyaan yang sangat menarik, yuk kita bahas !

Mis interpretasi istilah selfish (egois) dan self-love (mencintai diri sendiri) memang sering terjadi, saya pun pernah mengalaminya. Banyak orang yang ingin mengambil keputusan yang sebenarnya dilandaskan rasa sayang kepada diri sendiri, tetapi takut terkesan egois. Banyak pula orang yang egois tapi berdalih bahwa itu dilandasi rasa sayang pada dirinya.

Jika kamu memiliki interpretasi bahwa egois itu sama dengan mencintai diri sendiri, maka berhenti sejenak. Mari kita telaah kembali. Pada dasarnya self-love dan selfish itu dua hal yang berbeda. Ada beberapa hal mendasar yang menjadikan egois tidak sama dengan mencintai diri sendiri.

Self-love

  • Didorong oleh rasa cinta.
  • Selalu mempertimbangkan diri sendiri dan orang lain sebelum mengambil keputusan.
  • Tidak semata-mata memikirkan keuntungan atau kesenangan pribadi.
  • Membantu kesuksesan di jangka panjang.

Selfish

  • Di dorong rasa takut.
  • Tidak mempertimbangkan keadaan orang lain sama sekali.
  • Hanya memikirkan keuntungan dan kesenangan diri sendiri.
  • Terlihat seakan-akan seperti sukses, tapi jangka pendek.

Mencintai diri sendiri tidak lantas membuat kamu menjadi tidak peduli akan orang lain dan keadaan di sekitar. Justru dengan mencintai diri sendiri, kamu bisa lebih aware dengan keadaan diri kamu , kamu semakin bisa mensyukuri hal-hal kecil di sekitar kamu , dan juga bisa merasa penuh utuh disaat bersamaan. Dengan begitu kamu bisa semakin menyadari, merasakan, dan menghargai orang-orang terkasih di samping kamu , kesempatan-kesempatan hebat yang datang pada kamu, dan kamu menjadi lebih bisa berempati terhadap sekeliling kamu.

Berbeda dengan mencintai diri sendiri, berlaku egois justru malah membuat kamu tidak aware dengan keadaan diri dan lingkungan sekitar kamu, karena semua hal berpusat pada diri kamu. Anda merasa bahwa diri Anda  yang paling penting. Bahkan jika bisa, orang lain, keadaan, semua hal sampai hal-hal terkecil harus mengikuti kehendak kamu.

Nah, sekarang jelas toh apa bedanya antara Self-love (Mencintai Diri Sendiri) dan Selfish (Egois)? Kira-kira yang mana yang sering kamu lakukan dikeseharian kamu? Self-love atau Selfish?

Jika memang yang kita lakukan ternyata masih selfish, it’s okay gak perlu melakukan pembelaan, gak perlu juga dumel-dumel, segera benahi. Posisikan kembali hal yang menurutmu salah kembali seperti seharusnya.