Kemarin saya berbincang dengan seorang klien, beliau berkata jika dia sudah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan taraf hidupnya (khususnya finansial) namun tak kunjung berhasil. Ia bahkan kebingungan cara apalagi yang harus ia tempuh agar bisa mendapatkan keberhasilan. Dari pembicaraan ini saya bertanya apakah ada self limiting belief yang berpola dan membuat ketika ia hendak berhasil maka yang terjadi malah balik arah dan kembali ke pola yang gagal? Ia merenung sejenak dan terlihat kebingungan, kemudian balik bertanya pada saya, “Maksudnya gimana ya Pak Deni?”

Definisi Belief dan Limiting Belief

Belief adalah suatu Keyakinan atau Nilai yang kita anggap benar. Keyakinan itu bukan merupakan bawaan lahir karena ketika kita lahir, kita tidak membawa keyakinan dan nilai-nilai yang sudah tertata rapi dipikiran kita. Kita baru mendapatkan dan mengembangkan keyakinan beserta nilai-nilai itu bersamaan dengan proses kita memahami dunia, juga dipengaruhi oleh nilai-nilai dari lingkungan sekitar dimana kita tumbuh.

Limiting belief adalah suatu keyakinan yang menghambat Anda dalam melakukan sesuatu, atau biasa disebut Mental Block.

Contoh

Jika Anda memiliki semua gagasan atau cara hebat untuk berkembang, tapi ternyata Anda ragu untuk menerapkannya. Anda merasa bahwa Anda tidak akan mampu melakukan gagasan hebat Anda itu. Hal yang muncul itulah yang kita sebut limiting belief atau mental block. Sebuah keyakinan yang menghambat Anda untuk mencapai target.

Sadar atau tanpa sadar “keyakinan” ini telah ditanamkan di alam bawah sadar Anda bertahun-tahun. Semakin Anda yakini maka Anda percaya bahwa itu adalah fakta. Meskipun bisa jadi yang sebenarnya Anda yakini itu salah.

Klien saya makin terlihat serius mencari apa ada yang salah dengan dirinya, sampai di suatu waktu ia berkata, “Pak Deni, ketemu dari dulu keluarga kami sering melihat bahwa orang yg punya harta melimpah itu sebagai orang yang jahat dan tidak peduli dengan orang di sekitarnya. Sewaktu di desa dulu tetangga kami memang terkenal kaya raya, namun terkenal juga sombong, pelit, dan sering menghina orang-orang yang minta bantuan. Apa mungkin itu penyebabnya?”

Ya, bisa jadi itu penyebabnya. Pikiran kita bisa saja salah menangkap konteks karena geralisasi dan asosiasi yang kita buat sendiri. Misal, kita tidak suka dengan orang kaya yang tamak dan pelit, kita bisa saja menyeragamkan bahwa orang kaya itu semuanya tamak dan pelit. Lebih parahnya ketika nilai yang tersimpan di bawah sadar kita, bahwa agar tidak seperti orang kaya yang tamak dan pelit maka kita tidak boleh kaya. Hal ini bisa saja terjadi.

Sama halnya ketika di sekolah dulu, misal kita tidak pandai dalam hal matematika, orang-orang bilang bahwa diri kita tidak punya harapan untuk bisa matematika. Ketika kita meyakini penilaian yang diberikan orang pada kita soal kemampuan matematika, bawah sadar kita akan otomatis bekerja untuk membuktikan bahwa kita memang tidak bisa. Saat belajar sungguh-sungguh timbul rasa ragu, timbul kegelisahan apakah kita bisa lebih baik atau tidak, sampai pada akhirnya kita diantar untuk menerima keyakinan bahwa kita tidak akan pernah bisa matematika sampai kapanpun.

3 yang membuat seseorang memiliki self limiting belief

Robert Dilts dan De Lozier menemukan 3 hal yang membuat seseorang membatasi diri sendiri (Self Limiting Belief) :

  1. Hopelessness, yaitu saat seseorang merasa tidak yakin bahwa ia mungkin bisa mencapai sesuatu. Ia yakin bahwa sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa meraihnya.
  2. Helplessness, yaitu saat seseorang merasa yakin bahwa sesuatu itu bisa diraihnya. Di sisi lain dia juga tidak yakin bahwa dia mampu mencapainya sendiri. Ia merasa tidak berdaya jika tidak ada orang lain yang menolongnya.
  3. Worthlessness, yaitu saat seseorang merasa tidak yakin bahwa dia cukup layak untuk mendapatkan sesuatu. Dia merasa tidak pantas untuk meraihnya.

Contoh Ungkapan yang keluar dari seseorang yang memiliki self limiting belief

Berikut contoh kalimat-kalimat yang mengindikasi seseorang memiliki self limiting belief :

  1. Agar bisa menarik, Anda harus kurus (keyakinan ini yang membatasi bahwa hanya orang yang kurus saja yang tampak menarik).
  2. Anda harus bekerja berjam-jam agar sukses (keyakinan yang membatasi bahwa untuk itu kita harus bekerja keras berjam-jam).
  3. Pendidikan Formal (sekolah) adalah satu-satunya pendidikan yang penting.
  4. Harga diri Anda ditentukan oleh berapa banyak uang yang Anda miliki di rekening bank Anda.
  5. Anda butuh banyak uang untuk memulai bisnis sendiri.

Mari kita cek diri kita, apakah ada self limiting belief yang masih menjerat langkah kita menggapai apa yang kita inginkan? Jika ada, tulis dan perhatikan polanya. Saya akan bahas tentang bagaimana cara mengubah self limiting belief di tulisan selanjutnya ya.

Semoga bermanfaat!

%d blogger menyukai ini: