Kesempatan kali ini saya ingin share mengenai submodalitas. Agar Anda jauh lebih mudah memahaminya, izinkan saya memberikan latihan kecil yang bisa Anda coba saat ini juga.

Apa yang muncul dalam benak Anda ketika saya meminta Anda memikirkan secangkir kopi hangat?

  • Gambaran sebuah cangkir yang berisi cairan hitam kental disertai asap yang mengepul tipis?
  • Suara yang muncul ketika Anda sedang menyeruput secangkir kopi nikmat?
  • Lidah yang merasakan manis, asam, dan sedikit pahit yang keluar dari kopi?
  • Wangi kopi khas yang sangat menggugah selera?
  • atau Rasa hangat yang mengalir dari lidah menuju kerongkongan dan berakhir di perut?

Hal manakah yang Anda alami? Apakah Anda mengalami semuanya? Apakah semuanya sama atau adakah salah satu yang dominan?

Kita mungkin tidak tahu persis apa itu pikiran dan perasaan. Yang kita tahu setiap kali kita memikirkan sesuatu, jalinan saraf dalam tubuh kita bekerja menghasilkan beragam sensasi.

Begitu juga ketika tadi Anda saya minta memikirkan secangkir kopi hangat. Sebuah pikiran tentang secangkir kopi hangat memicu sebuah gambar (visual), suara (auditorial), sensasi tubuh (kinestetikal), rasa pada lidah (olfaktorial), dan aroma (gustatorial). Ke 5 variabel yang muncul tadi sering disingkat VAKOG. Dalam praktiknya, KOG sering diringkas menjadi kinestetik saja, sehingga istilah yang lebih populernya adalah VAK yaitu visual, auditorial, kinestetikal.

Dalam NLP, gambar, suara, rasa, aroma, sensasi yang ada dalam pikiran disebut sebagai Internal Representation. Dalam bahasa psikologi, hal ini dikenal dengan persepsi. Internal Representation inilah yang memengaruhi state dan ujung-ujungnya memengaruhi perilaku.

Internal Representation terbentuk melalui Representational System (VAK). Representational System ini bisa kita ibaratkan sebagai pintu persepsi. Dimana pintu tersebut adalah kelima panca indera kita yang menerima informasi dengan cara melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan mengecap. Wajar jika dinamakan Representational System, karena memang fungsinya merepresentasikan ulang informasi yang ada di luar diri kita ke dalam sinyal-sinyal yang bisa kita pahami.

Dengan memahami dan mengenali Representational System pada diri kita, kita akan mendapatkan berbagai manfaat. Seperti punya jurus jitu yang bisa mempermudah diri dalam mengolah informasi yang masuk (belajar), bisa lebih mudah mengendalikan diri, dan masih banyak lagi manfaat yang bisa kita dapat.

Di tulisan ini saya akan memberi contoh manfaat mengenali representational system berkaitan dengan proses belajar. Misal, ketika melakukan latihan di atas Anda merasa hal yang muncul lebih dominan visual, itu berarti Anda jauh lebih mudah mengolah informasi ketika cara yang ditempuh melalui media visual, misal membaca, menonton video, melihat gambar, dlsb. Jika Anda merasa hal yang muncul lebih dominan adalah suara, maka Anda akan jauh lebih mudah mengolah informasi ketika mendengarkan. Begitu juga kinestetik, orang dengan kinestetikal yang dominan akan jauh lebih mudah mengolah informasi ketika ia bergerak, contohnya mungkin pernah Anda temui teman di sekolah yang ketika belajar kakinya tidak mau diam?

Kali ini giliran Anda mengenali lebih dalam tentang diri Anda sendiri. Karena di artikel selanjutnya saya akan membahas beberapa manfaat lain yang bisa Anda dapatkan hanya dengan memanfaatkan submodalitas atau Representational System (VAK).

Semoga bermanfaat!