Dewasa ini ternyata masih banyak orang yang hidup dengan phobia, dari mulai hal sederhana hingga yang ekstem, semisal phobia terhadap hewan, buah-buahan, ketinggian, berbicara di depan umum, dan lain sebagainya. Memiliki phobia tentu sangat mengganggu sehingga bisa membelenggu seseorang untuk melakukan sesuatu. Yuk kita kupas lebih dalam lagi dari pengertian phobia hingga bagaimana cara menyembuhkan phobia.

Jadi Apa Sebenarnya Phobia itu?

Sebelum kita berbicara lebih lanjut mari kita telaah definisi phobia terlebih dulu. Pada Collins English Dictionary, phobia dapat diartikan sebagai rasa takut yang teramat sangat, tidak normal, dan tidak rasional, terhadap situasi, organisme, atau objek tertentu.

Perlu diketahui gejala khas dari phobia antara lain, kepala pusing, jantung berdebar kencang, dan perasaan terteror (intensitas emosi tinggi). Saat stimulusnya muncul terkadang meski hanya dalam bentuk pikiran, orang yang memiliki phobia merespon otomatis dengan reaksi fisik yang kuat.

Penyebab phobia bisa karena pengalaman yang dialami sendiri atau pengalaman induksi. Misal ada seseorang yang phobia terhadap nasi, ternyata usut punya usut dia pernah melihat belatung yang ada pada nasi basi, sehingga ia punya ketakutan terhadap nasi dan memilih untuk tidak memakan nasi.

Cara Menyembuhkan Phobia dengan Fast Phobia Cure

Dalam NLP ada sebuah teknik ampuh yang dinamakan dengan Fast Phobia Cure, yakni teknik yang memang secara khusus digunakan untuk mengatasi phobia dengan cepat. Teknik ini memandu suyet (orang yang mengalami phobia) untuk melihat ulang kejadian tentang phobianya dari sudut pandang pengamat. Baru kemudian diantar untuk berdamai dengan ketakutannya.

Berikut langkah-langkah teknik Fast Phobia Cure :

  1. Ajak suyet untuk rileks sejenak, kemudian memasuki layar mentalnya. Bayangkan bahwa ia sedang berada di bioskop, duduk dibarisan depan yang sangat nyaman untuk menonton film. Film yang ditonton adalah film ketika ia sedang mengalami phobianya tersebut.
  2. Jika ada sensasi berlebih dari suyet semisal respon fisik, rasa takut, jantung berdebar, mual dan lain sebagainya, minta ia untuk hentikan sementara filmnya. Redakan intensitas emosinya dengan mengingat hal-hal yang membuat ia nyaman, bisa musik ataupun kenangan indah yang lain.
  3. Lanjutkan tonton filmnya hingga usai dan lakukan berulang, hingga intensitas emosi berkurang ketika ia melihat phobianya sendiri.
  4. Ajak ia untuk masuk ke layar, sehingga saat ini seakan suyet yang mengalami kejadian itu sendiri. Jika intensitas nya kembali meninggi, kembali ke poin 2.
  5. Yakinkan suyet untuk memberi izin terhadap dirinya sendiri untuk mengentaskan phobia yang ia miliki. Bangkitkan emosi bahagia untuk menurunkan intensitas ketakutan.
  6. Biasanya sampai poin ke 5, phobia yang dimiliki suyet sudah sangat jauh berkurang. Namun, saya pribadi sering menanamkan anchor dengan pembuktian pada client dengan menghadirkan objek yang bisa memicu phobia nya secara langsung jika memungkinkan. Dengan begitu ketika suyet bisa membuktikan bahwa dirinya dapat melewati phobianya, keyakinan suyet akan bertambah dan ia lebih mudah lepas dari phobia yang selama ini membelenggunya.

Jika Anda memiliki phobia teknik ini bisa Anda coba mandiri, dengan syarat harus ada orang lain yang menemani Anda ketika melakukan teknik di atas. Orang yang menemani pun harus tenang, tidak mudah panik ya. Lakukan perlahan, bertahap sampai phobia yang Anda miliki hilang.

Semoga bermanfaat!

%d blogger menyukai ini: