Fenomena perkembangan zaman ini membawa dampak bermacam-macam bagi tumbuh kembangnya generasi penerus kita. Etika, tata krama, dan juga kearifan lokal sepertinya semakin terkikis. Sering saya temui anak-anak muda yg mulai acuh pada apa yang ada di sekitar mereka. Lewat tanpa permisi, menyerobot antrian, kurang sopan terhadap yang lebih tua, melempar kesalahan, lepas tanggung jawab, dan lain sebagainya.

Dari contoh di atas wajar jika kita sebagai orang tua khawatir tentang bagaimana kelak pertumbuhan anak kita. Saya pribadi sepakat tentang keharusan mengajarkan sejak dini tentang nilai dan norma pada anak oleh orang tuanya. Penting sekali untuk orang tua mengajarkan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat atau hanya sekadar nilai dan norma pada internal keluarga.

Contoh terkecil yang harus diajarkan kepada anak sejak dini adalah kebiasaan baik secara perilaku maupun ucapan. Seperti mengajarkan anak untuk menerapkan konsep three magic word. Sederhana, namun konsep three magic word merupakan konsep dasar pembelajaran nilai dan norma kesopanan yang kelak dapat di tanamkan kepada setiap anak.

Three magic word merupakan sebuah nama prasa untuk gabungan tiga kata sederhana namun memiliki arti yang sangat penting untuk anak. Kata-kata tersebut adalah maaf (sorry), tolong (please), terima kasih (thank you). Mari kita telaah lebih lanjut tentang 3 magic word ini.

Maaf

Konsep pertama adalah maaf (sorry), ajarkan anak untuk selalu meminta maaf ketika mereka melakukan sebuah kesalahan. Konsep pertama ini mengajarkan anak untuk bertanggung jawab dengan kesalahan yang mereka perbuat dengan meminta maaf ketika mereka salah.

Saat ini banyak sekali orang yang susah sekali meminta maaf entah karena faktor gengsi atau rasa arogan. Dengan konsep pertama ini anak di harapkan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, ramah dan tidak arogan.

Tolong

Kemudian konsep kedua adalah tolong (please), kata tolong bisa diajarkan dengan mensosialisasikan nilai oleh orang tua. Seperti contoh biasakan menggunakan kata “tolong” ketika kita hendak memberikan perintah kepada anak kita. Konsep kedua ini bertujuan mendidik anak untuk tidak memiliki sifat yang otoriter atau bossy.

Terima Kasih

Konsep yang terakhir adalah terima kasih (thank you), konsep ini juga merupakan hal penting yang harus diajarkan orang tua kepada anak konsep terakhir ini bertujuan mengajarkankan untuk berempati kepada orang lain serta dapat memberikan pelajaran mengenai mengahragai orang lain.

Sampai sini jelas bukan? Nah, sekarang coba aplikasikan jika seandainya 3 kata sederhana itu terlontar dari orang lain pada Anda. Kira-kira bagaimana respon Anda? Ya, jika terasa lebih happy, lebih lega, dan lebih merasa dihargai ketika Anda mendengar 3 kata sederhana tadi, yuk mari sejak dini terapkan pada anak kita.

Semoga bermanfaat!