Kemarin saya chatting dengan kakak tingkat semasa kuliah dulu. Sekarang dia adalah seorang ibu dengan dua orang anak laki-laki yang bahagia dan cerdas. Saya bisa menyimpulkan hal tersebut karena melihat postingan-postingannya di media sosial. Lalu saya tanya bagaimana cara dia mendidik anaknya agar bahagia dan cerdas seperti sekarang.

Komitmen untuk bahagia

Menurut kakak tingkat saya itu, hal utama yang harus ada dalam mendidik anak adalah komitmen antara kita dan pasangan untuk berusaha menjadi orang tua yang bahagia. Karena sesungguhnya perasaan bahagia itu menular ke sekeliling kita. Tapi seperti kita tau bahwa untuk menjadi orang tua yang bahagia itu tidak mudah karena akan ada banyak sekali hal pemicu stres yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal dari orang tua.

Bahagia adalah ketika kita menikmati semua yang dimiliki dan tidak mencari apa yang tidak dimiliki. Namun kebanyakan dari kita menentukan kebahagiaan dari sesuatu yang terukur. Misalnya, kita akan merasa bahagia jika sudah mencapai ini, memiliki itu, dan lain-lain. Cobalah untuk menurunkan standar tuntutan kebahagiaan kita. Karena jika kita terus menentukan kebahagiaan dari hal-hal yang terukur, akan sangat mungkin suatu saat kita berada di titik merasa sangat lelah dan putus asa.

Bahagia erat kaitannya dengan rasa syukur dan berpikir positif. Untuk itu cara yang benar agar kita merasa bahagia adalah dengan selalu bersyukur karena masih bisa menikmati apa yang dipunya. Selain itu, sebagai orang tua hendaknya kita memperlihatkan cinta yang hangat kepada anak, tanamkan sifat optimis juga mengajarkan anak tentang mengendalikan diri dan emosi. Jika sebagai orang tua sudah memahami cara menjalani hidup dengan bahagia, kita bisa dengan mudah menularkan perasaan bahagia kepada anak.

Cara yang bisa dilakukan agar anak bahagia adalah selalu lakukan interaksi sosial yang positif antara anak dan orang tua, ajak anak melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama, luangkan waktu dengan kualitas yang baik dengan anak (jauhkan diri kita dari smartphone saat sedang bersama anak, jangan sampai kita asyik sendiri dengan smartphone).

Nah marilah belajar menjadi orang tua yang bahagia untuk membesarkan anak yang bahagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here