Pernahkah Anda berpikir tentang apa yang menyebabkan emas berharga dan bernilai tinggi? Emas berharga karena orang-orang menghargai dan memberi nilai tinggi pada emas. Alasannya bisa berbagai macam, emas itu indah, emas itu logam mulia, emas itu tahan karat, dan lain sebagainya. Akan tetapi, jika orang tidak menghargai dan menilai tinggi, maka emas tidak akan ada harganya.

Emas hanya akan berharga di mata orang yang bisa menghargainya. Sebagai contoh, suku Inka di pedalaman Amerika merasa emas itu biasa saja, karena saking melimpahnya emas di sana. Mereka bahkan menggunakan emas sebagai bagian dari bangunan-bangunan mereka guna memperindah tempat tinggal mereka. Kebalikannya untuk bangsa Eropa seperti Portugis dan Spanyol, emas sangat berharga. Mereka rela melakukan ekspedisi bertahun-tahun untuk mengarungi samudera yang tak mereka kenal hanya untuk emas, bahkan mereka tega menukar emas dengan nyawa penduduk suku Inka.

Demikian juga, misalkan kita mempunyai emas 1 gram, kemudian kita jalan-jalan dan tersesat di pedesaan terpencil dengan kondisi lapar dan haus. Tidak lama, kemudian kita menemukan sebuah warung kecil akan tetapi warung tersebut hanya menerima pembayaran dalam bentuk rupiah. Kita tidak bisa beli minuman di sana dengan emas yang kita miliki dengan argumen apapun. Karena si pemilik warung cuma menerima uang rupiah bukan emas setinggi apapun nilainya. Sementara untuk mencari toko emaspun kita harus jauh pergi ke kota. Dalam kondisi seperti ini, emas menjadi tidak bernilai dibanding uang kertas.

Kita juga melihat profesi orang yang berbeda-beda. Ada orang yang dibayar mahal, bahkan sangat mahal, ada pula orang yang dibayar murah. Mengapa demikian? Tidak lain dan tidak bukan perbedaannya ada pada “value” atau nilai yang dihasilkan orang tersebut.

Orang sering menganggap bahwa konsep “nilai” ini abstrak dan tidak adil. Bagaimana bisa suatu barang atau seseorang bisa dinilai lebih mahal daripada yang lain, padahal pekerjaan dan fungsinya sama? Sebenarnya konsep “nilai” itu bukan mengada-ada begitu saja, tapi mengandung kualitas dan jaminan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang atau pada suatu barang. Dan memang hanya orang yang mengetahui nilai dari suatu barang atau nilai dari orang yang bisa menilainya. Seperti halnya pedagang emas yang mengetahui mana emas murni dan mana sepuhan. Sama-sama berkilau di mata orang awam, tapi berbeda di mata pakarnya.

Nah, bagaimana cara untuk menjadikan diri kita bernilai atau dihargai mahal? Ini ada ilmunya sendiri dan harus dipraktekkan agar kita menjadi diri yang lebih bernilai.

1. Jadilah diri sendiri

Hal pertama yang menjadi modal penting agar diri kita ini bernilai adalah jadilah diri sendiri. Banyak orang salah kaprah mengejar sukses tapi tidak menjadi diri sendiri, membuat image palsu yang justru semakin lama semakin membuatnya jauh lebih tertekan dibalik topeng. Harus diakui bahwa diri ini jauh dari kesempurnaan, tapi bukankah dibalik kekurangan selalu ada kelebihan?

Menerima diri Anda apa adanya dengan segala kelemahan dan kelebihan nya justru akan membuat anda lebih lega dan lebih bersinar. Coba amati kembali apa kelebihan Anda dan coba untuk berdamai dengan kekurangan diri Anda sambil perlahan-lahan benahi kekurangan Anda.

2. Jadilah Unik

Dengan menjadi diri sendiri, Anda punya potensi menjadi unik jauh lebih besar dari sebelumnya karena ketika Anda masih bersusah payah mencoba menjadi orang lain, Anda hanyalah membuat diri Anda seragam dengan orang kebanyakan. Manusia memang diciptakan unik, ada yang mirip, tapi tidaklah sama.

Menjadi unik bukanlah asal berbeda dengan yang lain. Menjadi unik berarti memiliki ciri khas, memiliki sudut pandang yang khas , cara yang khas dalam memecahkan masalah. Melihat masalah tidak sebagai penghalang tapi sebagai puzzle yang harus dipecahkan untuk meneruskan perjalanan hidup.

Orang akan dihargai karena keunikannya, dan jika Anda bisa menghargai perbedaan dan keunikan orang yang berbeda-beda maka Anda juga akan dinilai dan dihargai tinggi. Kita bisa lihat perancang busana kelas dunia bisa dibayar mahal karena mereka menciptakan kreasi yang unik buat individu yang berbeda. Sementara perancang busana grosiran dihargai lebih murah.

3. Jadilah Bentuk Terbaik dari Diri Anda

Menjadi diri sendiri? Sudah. Unik? Sudah. Kini saatnya Anda menantang diri Anda sendiri untuk menjadi jauh lebih baik. Sebagai catatan, menjadi lebih baik ini bukan berarti selalu menjadikan Anda lebih baik daripada orang lain. Tapi menjadi lebih baik ini adalah bentuk pro-aktif dalam mengupgrade diri, meningkatkan kemampuan, sekaligus memperbaiki kekurangan dan kelemahan diri Anda. Dengan begitu Anda dapat menciptakan nilai terbaik dari diri Anda yang bisa dihargai tinggi oleh orang lain.

4. Jadilah seorang Ahli

Menjadi seorang Ahli atau pakar adalah keharusan. Setelah tahu apa yang kelebihan Anda, mengetahui minat Anda, dan siap untuk selalu menantang diri Anda menjadi lebih baik, kini saatnya memilih mana bidang yang akan Anda perdalam dan kuasai sebagai seorang ahli. Tidak hanya sekedar tahu, tapi juga mengetahui seluk beluk di dalamnya. Tidak hanya sedikit, tapi mengetahui cara kerja, kelebihan dan kekurangan, bagaimana cara memperbaiki dan juga mengembangkan bidang tersebut.

Memang untuk menjadi seorang ahli butuh kerja keras dan ketekunan, tapi selama bidang yang sudah Anda putuskan tersebut adalah bidang yang bisa memicu gairah dan antusias Anda untuk melaju kenapa tidak? Kabar gembiranya, Anda tidak perlu menjadi pakar untuk segala macam urusan, cukup satu saja tapi mendalam, maka Anda akan dihargai lebih tinggi daripada sebelumnya.

5. Jadilah bermanfaat

Menjadi orang yang bisa memberikan manfaat bagi sekitarnya tentulah memiliki nilai yang tinggi di mata orang lain. Apalagi jika Anda bisa memiliki keahlian atau menciptakan produk dan layanan yang mendatangkan manfaat untuk orang banyak. Makin tinggi manfaat kita atau produk/layanan yang kita hasilkan, makin mahal pula nilai yang kita miliki.

Seni-nya, kita bisa memilih untuk membuat produk/layanan dengan harga murah (keuntungan sedikit) tapi pasar melimpah atau membuat produk/layanan yang eksklusif dengan harga mahal dan kuntungan besar tapi pasar ekslusif pula. Tentukan sesuai style Anda!

6. Jadilah Baru

Orang suka sesuatu yang baru. Orang suka pembaharuan, walaupun kadang merasa takut juga saat menjalaninya. Orang suka yang fresh, yang segar-segar. Pemikiran baru yang lebih segar. Produk baru yang berbeda. Layanan baru yang menjanjikan yang lebih baik. Jika Anda bisa menawarkan hal yang baru, mengemas hal lama menjadi bernilai baru maka Anda akan dihargai lebih tinggi.

Selamat mencoba! 😉