Melanjut tulisan sebelumnya mengenai “Pengenalan Tentang Citra Diri“, kali ini kita akan masuk ke ranah teknis tentang latihan membangun Auto Success Mechanism pada diri kita. Dalam bukunya Psycho Cybernetics dr. Maltz menerangkan tentang Auto Success Mechanism, yang berarti set perintah dalam pikiran kita yang membantu untuk mengejar goals yang ingin kita capai.

Auto Success Mechanism ini selayaknya set perintah pada peluru kendali, rudal akan mengejar hingga berhasil mengenai target. Sampai sini mungkin sebagian dari Anda akan bertanya-tanya, kok pikiran kita disamakan dengan rudal? Pikiran manusia pada dasarnya punya potensi besar karena pikiran kita ini memiliki berbagai set perintah (algoritma) yang berjalan otomatis. Agar tidak njelimet saya akan coba berikan analoginya.

Contohnya: Pertama kali kita belajar menggunakan smartphone, kita akan bingung bagaimana memasukan simcard, bingung caranya menyalakan, bingung caranya untuk mengoperasikan. Seiring kita belajar, mengalami kegagalan (salah tekan menu, salah pilih opsi, dlsb), maka pada akhirnya kita akan tahu bagaimana caranya mengoperasikan smartphone. Pengoperasian smartphone ini menjadi satu set perintah tersendiri di pikiran kita. Dimana ketika nanti kita dihadapkan pada smartphone yang jenis nya berbeda, kita hanya perlu adaptasi sedikit karena kita telah memiliki set perintah untuk mengoperasikan smartphone.

Nah sekarang bagaimana caranya untuk bisa membangun set program Auto Success Mechanism, agar target yang kita inginkan bisa tercapai? Berikut Framework yang bisa Anda gunakan untuk membangun Auto Success Mechanism.

1. Tetapkan Sasaran

Anda perlu memiliki sasaran yang jelas dan spesifik tentang apa yang hendak Anda capai. Misal sasaran Anda belum jelas pikirkan tentang hasil akhirnya, kira-kira setelah apa yang terjadi jika Anda sudah bisa mencapai sasaran tersebut. Dengan begitu Anda akan menstimulus pikiran Anda untuk mencari cara yang harus ditempuh untuk bisa mencapai sasaran Anda.

2. Berdamai Dengan Kegagalan

Tak perlu takut membuat kekeliruan-kekeliruan atau kegagalan karena itu sifatnya hanya sementara. Seperti rudal tadi, mekanisme kontrol otomatisnya mencapai sasaran justru dengan merespon feedback negatif, maju terus sambil mengkoreksi arah. Sama dengan kegagalan, jika kita merespon kegagalan ini dengan respon koreksi yang tepat maka pada akhirnya kita akan sukses mencapai sasaran.

3. Repetisi

Sudah banyak yang bilang jika repetisi adalah kunci. Lakukan secara berulang sehingga pikiran kita semakin lama bisa mengkategorikan mana set perintah yang gagal dan mana set perintah yang sukses. Dimana set perintah yang gagal akan dibuang, dan set perintah yang sukses akan dipertahankan. Izinkan pikiran kita untuk kreatif menemukan cara dan mekanisme sukses untuk mencapai sasaran hingga tercapainya Gerakan Sukses (set perintah sukses di pikiran kita).

4. Rileks

Anda harus belajar mempercayai pikiran Anda, memberi ruang mekanisme kreatif untuk melakukan pekerjaannya dan tidak menghambat dengan bersikap terlalu prihatin atau cemas apakah berhasil atau gagal. Hindari pula berusaha memaksanya dengan terlalu banyak upaya sadar (trying too hard). Ketika proses sedang berjalan, percaya pada diri sendiri khususnya pada mekanisme kreatif ini penting. Rileks dan bertindaklah seolah-olah itu sudah ada sehingga hal itu bisa tercapai, bukan malah menunggu bertindak hingga diperoleh bukti.

Ke-empat poin di atas merupakan framework yang bisa kita lakukan untuk membangun Auto Success Mechanism di pikiran kita. Apapun jenis sasaran bisa kita masukan ke framework tersebut kok, dari mulai ingin belajar sesuatu, meningkatkan karir, taraf hidup, bahkan mencari jodoh untuk pasangan hidup. Yuk mari dipraktekan! 😉

Semoga bermanfaat!

%d blogger menyukai ini: