Pernahkah Anda merasa jika ada seseorang yang karirnya cemerlang tapi di lain sisi ada orang yang karirnya biasa saja dalam jangka waktu tertentu? Tentu hal itu membuat kita penasaran, mengapa ada orang yang sepertinya dengan mudah menggapai kesuksesan demi kesuksesan sementara ada juga yang sepertinya selalu mendapatkan kegagalan dan belum kunjung meraih sukses. Apa kira-kira atribut diri yang membedakan antara dua jenis orang seperti itu?

Jawabannya adalah citra diri. Citra dirilah yang membedakan dua jenis orang tersebut. Citra diri merupakan satu set keyakinan kita tentang seperti apa diri kita. Ketika seseorang mendapatkan sebuah pencapaian maka ia dengan lebih mudah yakin bahwa dirinya bisa, sehingga dia jauh lebih siap untuk menghadapi tantangan demi tantangan baru untuk lebih maju. Beda cerita dengan seseorang yang sudah mengalami kegagalan secara bertubi-tubi, ia bisa merasa kalau dirinya gagal, apapun upaya yang ia lakukan tidak akan berbuah hasil, atau bahkan mencap dirinya sendiri sebagai orang yang sial.

Dari dua contoh itu saja kita bisa melihat perbedaan yang jelas ketika dua jenis orang tadi dihadapkan pada sebuah tantangan, respon yang keluar dari diri mereka tentu berbeda. Orang dengan citra diri baik akan menyambut tantangan itu dengan senang hati, jika gagal, akan terus mencoba, sementara orang dengan citra diri kurang baik akan menyambut tantangan itu dengan rasa takut GAGAL, ketika gagal makin membuktikan bahwa dirinya tidak bisa apa-apa.

Dr. Maltz dalam bukunya Psycho Cybernetics mengupas lebih dalam tentang citra diri. Beliau berkata bahwa citra diri lah yang mengatur set program di dalam diri kita untuk mencapai tujuan atau malah membawa kita pada jurang putus asa. Ia pun menyarankan agar kita membangun dengan latihan dan selalu melakukan cek rutin terhadap citra diri kita pribadi. Bangun citra diri positif, belajar approach dan melihat dari sudut pandang yang lebih optimis dan yang paling penting adalah belajar menyikapi dengan baik ketika ada kegagalan maupun keberhasilan yang kita alami.

Nah, yuk kita cek citra diri kita masing-masing. Apakah kita punya set keyakinan baik pada diri dan kemampuan kita, atau malah sebaliknya? Jika sudah baik pertahankan, jika masih kurang baik segera benahi. Teknik cara membangun citra diri yang positif akan lanjut kita bahas di tulisan selanjutnya ya.

Semoga bermanfaat!