Pagi tadi, teman saya, Darmo men-share video di WhatsApp story-nya yang berisi tentang pentingnya self acceptance pada anak. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa self acceptance pada anak dimulai dari orangtuanya. Jika orangtua bisa menerima anak apa adanya, maka anak pun bisa menerima diri mereka apa adanya. Dengan terpenuhinya self acceptance dapat membuat self esteem yang tinggi dan pada akhirnya tingkat confidence anak menjadi baik.

Dari video tersebut, saya terpikir untuk membahas sedikit mengenai self acceptance yang saya yakin merupakan permasalahan bagi banyak orang, tidak terkecuali saya. Sebelumnya kita harus tau dulu nih, apa sih self acceptance itu? Dari beberapa definisi yang ada, pada intinya self acceptance adalah kesadaran seseorang untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya.

Pada kenyataannya, sebagian orang mempunyai tingkat self acceptance yang rendah, bahkan sangat rendah. Kita merasa diri tidak layak, tidak capable dalam melakukan sesuatu, tidak berguna, banyak kelemahan dan hal-hal negatif lainnya. Padahal bisa saja itu karena kita tidak mengetahui potensi dan kelebihan diri kita.

Tingkatkan self acceptance

Untuk meningkatkan self acceptance, kita bisa melakukan perenungan mengenai apa yang sebenarnya kita pikirkan dan rasakan. Cobalah untuk menyadari pikiran-pikiran dan emosi-emosi negatif yang selama ini mengganggu kita. Tentang kelemahan, kekurangan dan kesalahan yang sering mengganjal di pikiran kita. Setelah itu, cobalah untuk menerima segala kekurangan diri kita. Terkadang kita terlalu memandang rendah diri sendiri sehingga kita terlalu menghiperbola kelemahan-kelemahan kita, padahal mungkin sebenarnya kekurangan kita gak gitu gitu amat.

Memang ya kita itu paling mudah untuk menyebutkan kelemahan-kelemahan kita, namun cobalah untuk menemukan apa saja kelebihan dan kekuatan kita. Jangan pernah berpikir kalau kita tidak punya kelebihan, kita semua pasti punya kelebihan, you have to trust it. Kalau kita merasa bingung dengan apa kelebihan kita, kita bisa minta tolong sahabat atau orang terdekat yang bisa dipercaya untuk memberi tau apa kelebihan kita atau apa yang mereka hargai dari diri kita. The last step is cobalah untuk mencintai diri sendiri. Setelah kita bisa mencintai diri sendiri maka akan mudah bagi kita untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita.

Menerima diri sendiri apa adanya bukan berarti tanpa motivasi untuk melakukan perubahan, perbaikan bahkan pengembangan diri ya. Malah dengan kita sudah bisa menerima diri sendiri apa adanya, kita bisa memanfaatkan self acceptance ini untuk mendorong kita ke arah yang lebih baik, ke arah pengembangan diri.

Dengan self acceptance, kita bisa menerima kekurangan diri. Kita tidak menyesali dan menyalahkan kekurangan tersebut. Kita memaafkan dan memaklumi diri kita karena memiliki kekurangan itu. Dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan tersebut, juga lebih bersabar dalam meningkatkan kemampuan diri. Self acceptance juga mengajarkan kita untuk menerima dan memaafkan kesalahan yang pernah kita lakukan. Sehingga kita tidak larut dalam penyesalan dan menyadari bahwa melakukan kesalahan merupakan hal yang manusiawi. Kita akan bangkit dan berusaha memperbaiki kesalahan dan melanjutkan perjalanan hidup kita. Selain itu, self acceptance membuat kita bisa menghargai proses. Kita akan paham bahwa untuk menguasai sesuatu tidak bisa diperoleh dengan cara yang instan.

Sekian, semoga bermanfaat…