Bagi Anda yang berusia di atas 25 tahun dan masih single, pasti sudah tidak asing dengan pertanyaan “Kenapa belum menikah?”. Pertanyaan tersebut tidak hanya datang dari kerabat atau teman terdekat, bahkan orang yang tidak terlalu mengenal kita pun kadang mempertanyakannya. Entah maksudnya basa basi atau bukan, tapi kadang pertanyaan itu cukup mengganggu. Dan anehnya mereka kadang menarik kesimpulan sendiri atas pertanyaan yang mereka ajukan.

“Kenapa belum menikah? Pasti karena terlalu memilih pasangan ya?”

“Kenapa belum menikah? Takut untuk berkomitmen ya?”

“Kenapa belum menikah? Apa tidak laku?”

Padahal saya yakin mereka yang belum menikah di usia yang menurut masyarakat sudah ideal untuk menikah mempunyai alasan tersendiri. Saya yakin mereka sangat menyadari bahwa menikah bukan perkara yang sederhana. Bukan hanya soal menyatukan dua orang untuk hidup bersama. Bukan juga tentang merubah status dari single menjadi married.

Mereka sangat sadar bahwa menikah adalah tentang mengambil keputusan seumur hidup. Menikah adalah tentang kesiapan batin, fisik dan materi. Menikah juga tentang kesiapan untuk berkomitmen, berjuang, berkorban dan belajar untuk menjalin hubungan yang sangat lama. Karena menikah bukan hanya tentang problematika hati, tapi juga logika.

Beberapa alasan yang mungkin menjadi jawaban mengapa seseorang belum menikah antara lain:

– Belum siap mental

Kematangan emosi tidak berbanding lurus dengan usia yang matang. Jadi walaupun usia sudah matang namun belum tentu seseorang sudah siap secara mental untuk berumah tangga. Mereka yang paham bahwa dirinya belum siap secara mental, tidak akan memaksakan menikah hanya karena usia.

– Belum siap secara materi

Kesiapan materi menjadi hal yang cukup populer sebagai alasan mengapa seseorang belum menikah. Salah satu contohnya adalah ketakutan tidak dapat membiayai kehidupan pernikahannya karena pendapatannya belum cukup baik. Atau mungkin masih punya tanggungjawab secara finansial terhadap orang tuanya.

– Trauma

Pengalaman masa lalu yang menyebabkan trauma bisa menjadi salah satu alasan mengapa seseorang menunda pernikahan. Mungkin saja dia takut kehidupan pernikahannya tidak harmonis seperti pernikahan orang tuanya yang sering bertengkar. Mungkin juga dia takut untuk merasakan sakitnya patah hati karena dikhianati pasangannya seperti dulu.

– Masih ingin fokus pada cita-cita

Setiap orang mempunyai prioritas yang berbeda-beda. Sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, ada yang memilih untuk fokus pada cita-citanya terlebih dahulu. Entah itu melanjutkan pendidikan ke tingkatan yang lebih tinggi. Mengejar karier untuk mendapatkan posisi yang baik di perusahaan. Atau mengembangkan bisnis yang sedang dijalankan.

– Belum menemukan orang yang tepat

Kita tidak bisa memprediksi kapan kita bertemu dengan orang yang tepat. Orang yang akan menjadi pendamping hidup kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah menikmati hidup yang sedang dijalani sambil berusaha menemukan sang belahan hati.

Nah, untuk yang belum menikah di usia matang, tidak perlu berkecil hati, yakin saja semua pasti ada waktunya. Dan untuk yang suka nyinyirin orang yang belum menikah, lebih baik belajar untuk berempati dengan kehidupan orang lain.