Saat ini ‘topeng’ tidak hanya dipakai oleh para aktor/ aktris yang sedang berlaga di panggung teater. Secara sadar atau pun tidak, dalam kehidupan sehari-hari kadang kita menggunakan ‘topeng’ yang bisa merubah karakter kita untuk menyembunyikan emosi, pikiran dan diri kita yang sebenarnya. Biasanya, kita menggunakan ‘topeng’ dengan maksud untuk menghindari mengungkapkan siapa diri kita sebenarnya dan apa yang sebenarnya sedang kita pikirkan karena kita ingin mencoba beradaptasi dengan orang/ lingkungan baru, mendapatkan pengakuan dari orang lain dan kadang untuk mencoba menghindari konflik.

Sebagian orang menggunakan ‘topeng’ agar terlihat baik di depan orang lain, lebih bijaksana, cerdas dan berwawasan. Hal itu mereka maksudkan demi memenuhi kebutuhan diri kita akan penerimaan dari orang lain. Untuk sebagiannya lagi, ‘topeng’ dipakai untuk menutupi ekspresi diri dan melindungi diri dari penilaian dan penolakan yang mungkin terjadi dari orang lain jika mengetahui kelemahan kita.

Ada perbedaan tujuan antara pria dan wanita dalam penggunaan ‘topeng’, in my opinion yaa. ‘Topeng’ untuk para pria biasanya digunakan untuk menyembunyikan kelemahan dan perasaan mereka. Mereka cenderung berusaha untuk terlihat kuat dan percaya diri. Mungkin hal itu dipengaruhi oleh stereotip di masyarakat bahwa laki-laki tidak boleh lemah. Lain halnya dengan wanita. Wanita menggunakan ‘topeng’ untuk mengkondisikan kekuatan mereka. Mereka biasanya bersikap agar tampak manis dan patut untuk dilindungi.

Pasti sebenarnya kita menyadari bahwa semakin sering kita menggunakan ‘topeng’, akan semakin jauh kita dari diri kita yang sebenarnya. Kita jadi terlalu bergantung pada penilaian orang lain dan seolah-olah membiarkan orang lain menentukan kita harus seperti apa. Kita jadi kehilangan kepercayaan diri. Dan mungkin menjadi bingung dan menebak-nebak sebenarnya diri kita itu seperti apa. Jika hal ini terus dibiarkan, bisa jadi kita menjadi frustasi, stres bahkan depresi.

Untuk menghindari hal-hal demikian, segeralah lepaskan topeng-topeng yang sudah sekian lama kita pakai. Mulailah hidup dengan diri kita yang sebenarnya. Seorang filsuf pernah berkata bahwa mengetahui dan memahami diri sendiri adalah awal dari semua kebijaksanaan. Dengan menjadi diri sendiri dapat membantu kita meningkatkan kepercayaan diri dan menjalani hidup dengan lebih bermakna. So, let’s shed your mask!