Hai pembaca 101mind.com yang budiman. Bagaimana hari Anda sejauh ini? Semoga baik ya. –Memaknai Ulang tujuan Hidup

Sebelum masuk ke topik inti perkenankan saya untuk memohon maaf pada Anda karena 2 bulan ke belakang aktifitas di 101mind.com agak terganggu akibat kesibukan para penulisnya.

Eits ga perlu sedih ya, mulai saat ini kita akan kembali produktif untuk berbagi manfaat! 😉

Di kesempatan kali ini saya ingin bercerita tentang gambaran besar apa yang saya lakukan selama 2 bulan terakhir. Terhitung mulai akhir Oktober sampai pertengahan Desember kemarin. So, tulisan ini bakal agak personal banget ya.

Mari kita mulai ceritanya.

Entah karena aktivititas yang terlalu padat, terlalu stres, atau memang sedang jenuh sebuah pertanyaan sederhana hinggap di pikiran saya. Pertanyaannya adalah “Why I’m doing this?“. Pertanyaan sederhana memang, tapi jika tidak dijawab rasanya akan sangat mengganggu.

Dalam bahasan mengenai tujuan hidup (life purpose), keadaan seperti ini adalah hal yang wajar. Ada waktunya kita diantar pada satu titik dimana kita harus kembali memaknai ulang tujuan hidup kita. Apakah benar, apakah masih benar, atau bahkan apa yang kita jalani ternyata melenceng dengan tujuan hidup kita.

Menghadapi momen seperti ini agak tricky, terkesan mudah tapi ternyata tidak. Kita dituntut untuk masuk ke dalam diri. Menelaah, menilai, dan yang paling penting jujur terhadap apa yang kita pikirkan dan juga kita rasakan.

Bagaimana sih rasanya?

Hmm.. Gimana ya? Dari pengalaman saya sih rasanya hampa, ngambang, malas ngapa-ngapain, bahkan ga mau apa-apa (seriously). Yah, mungkin ngerasa seperti ada yang kurang/hilang. Hal ini bisa berimbas pada mood yang naik turun ga jelas juga.

Jika ada sesuatu yang tidak terlalu darurat datang, ingin rasanya segera saya kesampingkan terlebih dahulu. Simpan untuk nanti.

Apa yang dilakukan ketika mengalami hal seperti ini?

Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, ketika menghadapi keadaan seperti ini biasanya saya cenderung menarik diri. Menarik diri ini maksudnya bukan jadi anti social ya, namun saya membatasi dulu interaksi dengan orang-orang hanya untuk hal-hal yang urgent saja. Menyimpan energi dan kesempatan untuk lebih intim dengan diri sendiri, serta lebih menyayangi dan membahagiakan diri sendiri. (baca:main game, jajan, have fun pokoknya)

Saya juga menyempatkan diri untuk lebih dekat dengan keluarga terutama anak-anak. Bercengkrama, diskusi dengan pasangan, menata ulang rencana perkembangan diri, keluarga, dan usaha yang sedang saya jalani.

Selain itu saya juga manfaatkan momen ini sebagai sarana dan kesempatan untuk upgrading (belajar sesuatu yang baru) untuk diri sendiri. Bahkan 101mind.com pun ikut di-upgrade tampilannya. 😉

Hal ini akan berlangsung sampai ketemu jawaban dari pertanyaan tadi. Begitu klik, maka perjalanan kembali dimulai.

Why I’m Doing This?

Memiliki profesi sebagai seorang Mind Consultant yang juga menangani terapi bukanlah hal yang mudah. Interaksi personal dengan client jelas membutuhkan fokus dan kesadaran ekstra. Harus telaten, sabar, dan tetap menjaga pikiran tetap netral (tidak terbawa emosi dan memiliki penilaian yang bias terhadap hal yang sedang dihadapi client).

Disamping itu sebagai seorang manusia normal saya pun punya yang namanya target dan personal achievement yang ingin saya capai. Ingin A, ingin B, ingin C, ingin banyak sekali. Boleh dong?

Sah-sah saja punya target dan personal achievement yang ingin dicapai. Tapi.. Ga boleh lupa dengan tujuan mengapa melakukan hal tersebut.

Dalam konteks yang saya hadapi target dan personal achievement yang saya kejar sedikit banyak membuat saya salah fokus dan lupa terhadap hal mendasar mengapa saya melakukan ini. Mengapa saya menjadi Mind Consultant, menangani terapi, termasuk kenapa saya membuat portal 101mind.com ini. Maafkan.. 😉

Terlalu fokus dengan target membuat saya lupa kesenangan dan kebahagiaan saat bisa berbagi manfaat. — Ini jawabannya!

Hari-hari jadi kurang berwarna, terlalu serius, stressful. Yang harusnya asik dan senang nulis untuk berbagi menjadi beban, yang harusnya belajar menyenangkan malah jadi khawatir waduh masih banyak yg belum dipelajari.

Mungkin dari Anda ada yang bertanya, “Mas Den kok lama banget ya sampai 2 bulan?”. Tenang, dari pengalaman saya sebelumnya ga selalu selama itu jg kok. Memang di momen kali ini sengaja saya buat sekalian menjadi agenda libur. Hahaha..

Now I’m Back!

Nah setelah vakum beberapa lama, ini waktunya kembali berbagi manfaat! Harapannya dengan tampilan baru dan semangat baru 101mind.com bisa menjangkau lebih banyak pembaca, sehingga lebih banyak orang yang bisa mengambil manfaatnya.

Semoga gambaran singkat perjalanan tadi juga bisa memberi insight tambahan untuk Anda yang sedang mengalami momen yang serupa dengan apa yang saya alami.

NB : Jawabannya biasanya bukanlah sesuatu yang besar, tapi sesuatu yang esensial.

 As always, semoga bermanfaat! ~

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here