Beberapa waktu yang lalu, teman saya mengirim direct message yang isinya “Ma, kata teman saya yang seorang business owner, kalau di lingkungan kerja sebaiknya  kita mengklasifikasikan karyawan berdasarkan A B C D personality type. Memang ciri-ciri kepribadiannya seperti apa sih?”

Well, sebenarnya saya tidak terlalu sering mendengar tentang tipe kepribadian A B C D ini namun saya akan coba untuk memaparkan sedikit.

Bagi seorang business owner atau recruiter di suatu perusahaan, menempatkan karyawan bisa jadi merupakan masalah yang serius. Karena seperti yang kita tau, manusia memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda-beda. Manusia memiliki minat, keunggulan dan kelemahan yang berbeda-beda pula. Dengan mencoba memahami kepribadian manusia, kita dapat mengklasifikasikan mereka ke dalam beberapa tipe kepribadian sesuai dengan keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Nah kira-kira apa saja ciri-ciri dari tipe kepribadian A B C D?

Tipe kepribadian A

Orang-orang dengan tipe kepribadian A sangat berorientasi pada tujuan (goal oriented) dan motivasi. Mereka tidak menyukai detail. Biasanya mereka akan mendelegasikan pekerjaan yang membutuhkan detail kepada orang lain. Malah, mereka akan merasa greget atau tidak sabaran jika seseorang terlalu menghabiskan waktu untuk membahas hal-hal yang detail. Mereka lebih suka bekerja secara individu dan menentukan jadwal kerjanya sendiri.

Mereka adalah seorang workaholic, ambisius, bertanggung jawab, tidak mudah putus asa dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mereka adalah pribadi yang sangat kompetitif. Mereka memiliki toleransi rendah terhadap ketidakmampuan.

Dengan ciri-ciri yang disebutkan di atas, maka tidak heran jika orang-orang dengan tipe kepribadian A banyak ditemui dalam posisi supervisor dan top management. Banyak dari mereka yang juga menjadi business owner karena mempunyai bakat entreupreneurial.

Namun dalam hubungannya dengan rekan kerja, kaum A mungkin tidak peka terhadap perasaan dan kebutuhan rekan kerja. Tapi bukan karena mereka tidak peduli, hanya saja mereka terlalu fokus untuk mencapai tujuannya. Orang A dapat bekerja dengan baik meskipun di bawah tekanan dan situasi stres yang tinggi.

Tipe kepribadian B

Tidak seperti orang A yang begitu ambisius, tipe B adalah individu yang santai, tidak pernah terburu-buru dan cenderung mengambil hal-hal yang mudah. Bahkan mereka cenderung menunda-nunda banyak hal dan baru mengerjakannya di detik-detik terakhir.

Orang tipe B bisa menikmati pencapaian-pencapaian kecil. Mereka jarang stres, jarang mengeluh, cenderung tenang dan sabar. Tipe B toleran dan fleksibel dalam hal pekerjaan dan situasi kehidupan. Mereka mudah beradaptasi dengan perubahan.

Para tipe B sangat menikmati bersosialisasi dalam kelompok besar. Orang lain akan senang bergaul dengan B karena mereka merupakan orang yang menyenangkan dan bisa menghibur.

Tipe kepribadian C

Kaum C merupakan orang-orang yang sangat menyukai detail. Mereka sangat terorganisir, menyukai hal-hal yang dapat dikontrol dan stabil. Mereka tidak suka hal-hal yang tidak terkendali dan tidak dapat diprediksi. Orang-orang C menyelesaikan pekerjaan dengan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Mereka konsisten dan tidak akan pernah melanggar aturan. Mereka tertarik pada akurasi, rasionalitas dan logika.

Dalam mengambil keputusan, mereka sangat berhati-hati dan membutuhkan banyak data dan fakta untuk memperkuat keputusan yang akan diambilnya. Karena kecenderungannya yang berorientasi pada detail, orang-orang dengan tipe kepribadian C banyak yang menjadi akuntan dan pengacara. Mereka akan sangat cocok untuk pekerjaan apapun yang membutuhkan pemikiran kreatif, data, fakta dan akurasi.

Biasanya orang tipe C dianggap tertekan secara emosional karena mereka kesulitan berbagi emosi dan perasaan dengan orang lain. Selain itu mereka juga sering menghindari konflik.

Tipe kepribadian D

Orang-orang yang memiliki tipe kepribadian D cenderung melihat dunia dengan cara yang negatif. Ada ketakutan terhadap penolakan yang konstan dalam dirinya sehingga menyebabkan orang dengan tipe ini menjalani kehidupan yang cukup terisolasi. Hal-hal yang berpotensi menghasilkan hasil yang baik saja tetap membuatnya merasa pesimis. Oleh karena sifatnya yang demikian, tipe kepribadian ini memiliki risiko yang tinggi menderita depresi.

Mereka sangat menyukai rutinitas. Dalam pekerjaan, mereka cenderung akan tetap bersama dengan suatu perusahaan selama bertahun-tahun untuk menghindari perubahan dan menikmati keamanan. Di dalam hubungan sosial, tipe D cenderung bisa dijadikan sahabat dan orang kepercayaan.

Ciri kepribadian seperti introvert dan ekstrovert dipercaya sebagai karakter bawaan oleh para peneliti, sedangkan tipe kepribadian A B C D dianggap sebagai reaksi terhadap faktor lingkungan atau kecenderungan terhadap perilaku tertentu yang dipengaruhi oleh budaya dan struktur pekerjaan. Pada kenyataannya, seorang individu adalah campuran dari semua jenis kepribadian, hanya saja ada yang lebih dominan.