Pemahaman untuk mengenali diri sendiri tampaknya masih menjadi topik yang sangat disukai oleh kita sebagai manusia. Karena kebanyakan dari kita masih bingung dalam hal mengetahui karakter kita sendiri.

Setiap kita dilahirkan dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda. Karakter yang ada pada diri kita berasal dari faktor genetik, perkembangan pola pikir, juga kebiasaan dalam merespon rangsangan dari lingkungan sekitar.

Sanguinis, koleris, melankolis, plegmatis…

Sudah tau dong ya kalau sifat dasar manusia itu digolongkan menjadi empat, yaitu sanguinis yang tampak heboh dan periang, koleris yang suka mengatur dan memimpin, melankolis yang sangat perasa dan perfeksionis, dan plegmatis yang penyabar dan cinta damai.

Sebenarnya di dalam diri kita keempat sifat dasar itu ada, hanya saja kadarnya berbeda-beda. Biasanya ada dua sifat yang paling dominan yang membentuk karakter kita.

Melankolis dan plegmatis

Nah, bagaimana jika sifat yang paling dominan di dalam diri kita itu adalah melankolis dan plegmatis? Melankolis dan plegmatis keduanya bersifat introvert. Tipe ini akan lebih memilih untuk memendam apa yang mereka pikir dan inginkan. Mereka cenderung tertutup dan menghindari konflik. Sifatnya yang tertutup membuat mereka lebih menyukai bekerja di balik layar dan tidak menyukai popularitas.

Sedangkan sifatnya yang cenderung menghindari konflik membuat mereka menjadi si baik hati yang selalu menerima sesuatu apa adanya, tidak bisa menolak permintaan orang lain walaupun bertentangan dengan hatinya, tidak enakan dan sering merasa bersalah jika ada orang lain yang kecewa pada dirinya walaupun mungkin bukan kesalahannya.

Orang dengan karakter ini mudah sekali terharu. Mereka juga dapat dijadikan tempat curhat yang tepat karena mereka adalah tipe pendengar yang baik. Walaupun tipe ini merupakan tempat curhat yang tepat bagi orang lain, namun mereka belum tentu dapat bercerita mengenai masalahnya kepada orang lain. Malah mereka cenderung menyimpan masalahnya seorang diri, kemudian mencari jawaban dan solusi dari tiap masalahnya sendirian. Karena hal itu, tidak sedikit orang dengan tipe ini mengalami depresi ringan. Mereka lebih suka menangis dan menyendiri ketika stres.

Kombinasi dari karakter melankolis dan plegmatis ini menjadikan seseorang yang ramah, lembut, bersahabat namun tertutup. Mereka adalah si sensitif yang cinta damai 🙂

8 KOMENTAR

    • Karena sifatnya yang lebih senang mendengarkan daripada berbicara dan tidak menyukai konflik, orang dengan kepribadian plegmatis cocok bekerja sebagai diplomat, guru, psikolog. Sedangkan orang melankolis biasanya orangnya fokus dan mempunyai kemampuan menganalisa yang baik, maka cocok menjadi seorang analis, penulis dan akuntan.

  1. Penjelasannya kurang banyak kak, kebetulan 2 karakter ini yang ada di diri saya sekarang ini.
    Hmm, kalau boleh minta saran, apa ada sumber bacaan tentang ke2 karakter ini yang penjelasannya detail ?
    Terimakasih

    • Terimakasih atas sarannya dan mohon maaf jika penjelasannya tidak detail. Saya menulis tentang ini menurut pengalaman pribadi, karena kebetulan saya seorang melankolis plegmatis. Untuk penjelasan detailnya mungkin Anda bisa googling saja. Terimakasih

    • Menurut saya, tipe kepribadian apapun bisa menjadi pasangan yang cocok. Selama kita dan pasangan dapat saling mengetahui dan memahami kepribadian, karakter, sifat, pola pikir dan cara bertindak masing-masing dengan baik. Memang pasti ada hal yang bertentangan karena perbedaan pola pikir, namun dengan saling memahami kita bisa mencari solusinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here