Beberapa hari yang lalu, teman saya mengirimkan sebuah link tes kepribadian MBTI di WhatsApp Group. Sebenarnya saya sudah melakukan tes MBTI sejak lama tapi saya sengaja mengikuti tesnya lagi. Hasilnya pun ternyata masih sama, hanya persentasenya saja ada yang sedikit berubah.

Bagi saya, manusia adalah makhluk yang sangat unik. Oleh karena itu, belajar untuk memahami karakter dan kepribadian manusia menjadi terasa sangat menarik. Karena secara alamiah kita tertarik pada diri sendiri dan hubungan sosial dengan orang lain. Tidak ada manusia yang memiliki kepribadian yang seratus persen sama dengan manusia lainnya, bahkan anak kembar sekalipun.

Kepribadian bisa dipahami sebagai pola unik dan khas seseorang dalam proses berpikir, merasakan dan melakukan tindakan.

Ada banyak cara untuk memprediksi kepribadian manusia. Ada yang berdasarkan golongan darah, tes kepribadian DISC, tes kepribadian MBTI, dan lain-lain. Saat ini tes yang sering digunakan adalah tes MBTI.

Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui cara seseorang dalam memandang dunia dan bagaimana mereka mengambil keputusan. MBTI memiliki empat skala kecenderungan sifat dasar manusia, yaitu:

Berdasarkan cara mendapatkan energi:
  • Ekstrovert (E)

Orang dengan tipe ekstrovert mendapatkan energi dari luar dirinya. Oleh karena itu mereka sangat suka berinteraksi dengan orang lain. Mereka adalah pribadi yang terbuka, aktif dan antusias. Energi mereka sangat besar. Mereka sangat menyukai kegiatan yang memicu adrenalin. Mereka sangat menyukai jika menjadi pusat perhatian dan seringkali menguasai percakapan di dalam sebuah kelompok.

  • Introvert (I)

Introvert mendapat energi dari dalam dirinya yang berupa ide, pikiran dan gagasan. Energi yang dimilikinya tidak sebesar ekstrovert, maka mereka cenderung menyukai kegiatan yang lebih stabil. Mereka sangat memperhatikan privasi. Sifatnya cenderung pasif dan tertutup.

Berdasarkan kecenderungan mendapatkan informasi:
  • Sensing (S)

Tipe sensing sangat mengandalkan panca indera saat mendapatkan informasi. Informasi yang akurat bagi mereka adalah yang bisa dilihat, didengar dan dirasakan secara nyata. Mereka adalah tipe orang yang sangat logis. Dalam memberikan informasi, mereka dapat menjelaskan dengan sangat rinci dan runtut.

  • Intuition (N)

Imajinasi dan dugaan lebih dipercayai oleh orang dengan tipe intuisi dibandingkan kelima panca inderanya. Mereka menyukai gagasan, konsep baru dan inovasi. Mereka cenderung kreatif dan senang berimajinasi. Saat berbicara biasanya tidak runtut alias melompat-lompat.

Berdasarkan cara mengambil keputusan:
  • Thinking (T)

Orang dengan kelompok thinking mengambil keputusan berdasarkan logika. Mereka melakukan berbagai analisa tanpa melibatkan emosi dalam menghadapi suatu masalah. Mereka sangat objektif. Dalam menyampaikan sesuatu mereka akan berbicara secara terus terang.

  • Feeling (F)

Tidak seperti orang dengan tipe thinking yang objektif, orang dengan tipe feeling lebih subjektif. Dalam mengambil keputusan, mereka cenderung memikirkan dampak keputusan yang mereka ambil terhadap orang lain. Mereka sangat menghargai kehidupan pribadi orang lain dan cenderung empatik.

Berdasarkan cara hidup:
  • Judging (J)

Terstruktur dan terorganisir adalah hal yang dapat mewakili orang dengan tipe judging. Mereka berorientasi pada target. Cenderung kaku, senang mengendalikan apa yang sedang terjadi dan cepat dalam mengambil keputusan.

  • Perceiving (P)

Orang dengan tipe perceiving sangat menyukai jika segala pilihan tetap terbuka sehingga mereka memiliki banyak alternatif. Tidak menyukai peraturan yang terlalu kaku. Berorientasi pada proses. Cenderung sulit dalam mengambil keputusan dan sering mengubah keputusan.

Sebenarnya di dalam diri kita terdapat semua tipe tersebut (EI, SN, TF, JP), namun persentasenya berbeda-beda. Persentasenya pun dapat berubah-ubah sesuai dengan lingkungan, kondisi, tekanan, kebiasaan dan lain-lain. Namun pada akhirnya akan kembali pada sifat alamiahnya.

Nah kira-kira kamu termasuk tipe yang mana saja nih?