Di dunia yang penghuninya mayoritas merupakan orang-orang ektrovert, kaum introvert seringkali diberi kesan negatif karena keakrabannya terhadap perenungan dan kesendirian. Orang introvert sering dicap sebagai orang yang pemalu, penyendiri dan anti sosial, ekstrovert menjadi kebalikannya, mereka adalah orang-orang yang dianggap mempunyai sifat yang ideal.

Salah seorang teman pernah menyarankan agar saya tidak terlalu introvert. Kebetulan saya adalah seorang introvert. Lalu saya tanya pendapat dia mengenai introvert, dan menurut dia introvert itu adalah orang yang tertutup sedangkan ekstrovert adalah orang yang lebih terbuka dalam membagi hal tentang dirinya. Padahal menurut saya, perbedaan kedua kepribadian ini jauh lebih kompleks dari sekedar itu.

Perbedaan Mendasar antara Ekstrovert dan Introvert

Perbedaan yang mendasar dari ekstrovert dan introvert adalah cara mereka mendapatkan source of energy. Para ekstrovert mendapatkan energi dari dunia luar melalui interaksi dengan orang banyak, sedangkan kaum introvert mendapatkan energi dari dunianya sendiri, yang berisi ide, emosi dan kesan yang mereka terima.

Mungkin karena cara mengisi ulang energi orang introvert yang membutuhkan kesendirian dalam waktu yang cukup lama membuat orang-orang salahpaham dan tidak menilai kaum introvert dengan benar. Mereka cenderung menganggap kaum introvert sebagai pemalu dan anti sosial. Padahal itu sama sekali tidak benar, sodara-sodara. Hehe

Introvert tidak sama dengan Pemalu

Hal pertama yang akan saya koreksi adalah pengidentikan antara introvert dan pemalu. Banyak diantara kita yang menganggap bahwa introvert dan pemalu itu adalah kata yang bisa disubtitusi, padahal enggak loh. Malah dua arti kata tersebut sangat berbeda. Seperti yang sudah saya singgung tadi, introvert adalah salah satu jenis temperamen manusia, sedangkan sifat pemalu biasanya timbul karena kurangnya rasa percaya diri saat berada dalam situasi tertentu. Jadi sifat pemalu ini bisa terjadi pada orang ekstrovert maupun introvert.

Introvert bukan Anti Sosial

Selanjutnya tentang anggapan bahwa orang introvert adalah orang yang anti sosial. Anggapan ini juga tidak benar. Orang introvert juga manusia, dan manusia adalah makhluk sosial. Jadi mana mungkin makhluk sosial tapi anti sosial. Kaum introvert bukan anti sosial, hanya saja kami lebih nyaman berinteraksi dengan sedikit orang. Berinteraksi dengan banyak orang membuat kami cepat merasa lelah dan energi kami cepat habis.

Dalam lingkaran pertemanan pun, kaum introvert lebih memilih berteman dengan sedikit orang yang sangat dekat daripada membuat gank besar. Kaum introvert lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas dalam sebuah hubungan.

Para introvert pun bukan penyendiri, walaupun memang benar bahwa orang introvert lebih banyak membutuhkan dan menikmati kesendirian lebih dari orang ekstrovert. Kami harus bisa mengatur waktu untuk menyeimbangkan antara kegiatan sosial yang telah menguras energi dengan menyendiri untuk mengisi ulang energi kami. Jadi menyendiri bagi orang introvert bukan tanpa alasan. Jika sudah merasa kelelahan akibat interaksi dengan orang lain maka sudah seharusnya kami masuk kandang untuk mengisi energi.

Satu hal lagi yang sering dihubungkan dengan kaum introvert adalah sifatnya yang tertutup. Orang introvert cenderung lebih menghargai privasi. Kami tidak akan dengan mudah menceritakan tentang diri kami kepada orang lain. Hanya orang-orang tertentu yang bisa kami percaya untuk mendengarkan curhatan kami.

Nah, sebenarnya tulisan ini saya buat untuk klarifikasi sih, karena selama ini masih banyak yang salahpaham dengan orang introvert. Mudah-mudahan sekarang udah gak salahpaham lagi ya 🙂