Saat mengambil keputusan, apakah Anda termasuk orang yang melibatkan perasaan, empati dan nilai-nilai yang Anda yakini? Jika jawabannya ‘Ya’, berarti Anda termasuk orang dengan tipe kepribadian perasa. Tipe perasa membuat keputusan pada suatu kasus secara subyektif berdasarkan apa yang mereka yakini dalam sistem nilai mereka sendiri. Namun bukan berarti tipe ini tidak pernah berpikir loh. Sebenarnya setiap orang menggunakan pikiran dan perasaan mereka dalam membuat keputusan, hanya saja penggunaannya berbeda-beda. Ada yang dominan menggunakan pikirannya, ada juga yang lebih mengandalkan perasaannya.

Ketika seorang yang perasa membuat keputusan, yang pertama mereka pikirkan adalah nilai-nilai batin yang mereka yakini, setelah itu mereka akan memikirkan apa yang terbaik bagi orang-orang yang terlibat. Mereka adalah orang-orang yang sangat menjaga keharmonisan dan lebih fokus pada perasaan orang daripada fakta-fakta dan penjelasan yang logis.

Orang dengan tipe perasa yang dominan biasanya adalah orang yang tulus, bijaksana dan penuh empati. Mereka lihai dalam melihat maksud orang, dan dapat mengetahui mana yang tulus dan tidak. Namun mereka cenderung tidak ekspresif dalam memperlihatkan emosinya. Mereka biasanya menutupi emosi pribadi mereka dan ingin menangani emosi tersebut sendiri. Mereka hanya akan berbagi perasaan dengan orang-orang yang bisa mereka percaya dan dianggap mampu mendengarkan mereka dengan baik.

Selama ini stereotip yang melekat pada orang yang perasa adalah orang yang emosional, irasonal dan lemah. Pokoknya seseorang yang perasa sering kali dikonotasikan sebagai sifat yang tidak menyenangkan. Namun ternyata tidak kan? Ada banyak hal-hal positif yang bisa diambil dari orang perasa yang sensitif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here