Walaupun kita semua menginginkan kemandirian, namun sebagai makhluk sosial tentunya kita membutuhkan hubungan sosial, dan tidak bisa dipungkiri kita juga mendambakan pasangan hidup. Saat memiliki pasangan hidup, kita pasti menginginkan hubungan yang mampu melengkapi hidup kita.

Seperti yang kita ketahui, membina hubungan tidaklah mudah. Bahkan pasangan yang paling cocok sekalipun terkadang menemukan hal yang tidak mereka sukai dari pasangannya.

Masalah dalam suatu hubungan dapat muncul dari banyak hal. Perbedaan temperamen atau kepribadian bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Dalam sebuah hubungan, perbedaan biasanya terletak pada hal-hal mendasar, seperti perilaku, pola pikir dan pandangan terhadap sesuatu. Misalnya, saat kita tidak terlalu menyukai bersosialisasi dengan orang banyak, pasangan kita justru ingin selalu ‘dikelilingi’ orang. Atau saat kita cenderung membutuhkan waktu yang lama untuk berbicara, pasangan kita berlaku sebaliknya.

Sebenarnya perbedaan itu tidak selalu buruk. Hal yang terpenting terkait adanya perbedaan adalah bagaimana cara kita memandang perbedaan dan bagaimana cara kita menghadapi konflik perbedaan tersebut. Dan nyatanya perbedaan bisa menjadi peluang untuk memperkuat ikatan kita dengan pasangan loh.

Nah kira-kira bagaimana ya jika kita memiliki perbedaan temperamen dengan pasangan kita? Apa saja konflik yang mungkin muncul dan bagaimana cara mengatasinya?

wanita introvert dan pria ekstrovert

Pasangan temperamen/ kepribadian yang paling umum ditemukan adalah pasangan wanita introvert dan pria ekstrovert. Perpaduan karakter ini dapat menimbulkan masalah. Perilaku dan cara berpikir yang bertolak belakang dapat menjadi penyebab munculnya masalah. Dan saat dihadapkan pada sebuah masalah, pendekatan dalam menyelesaikan masalahnya pun berbeda.

Contohnya, saat wanita introver lebih memilih untuk tidak membicarakan masalah karena mungkin tidak mampu mengutarakan pikiran dan perasaannya, si pria ekstrovert justru berkata “Mari kita bahas semuanya” dengan mengeluarkan argumen yang panjang lebar dan terkadang disisipi emosi yang tak terkendali.

Hal yang sebaiknya dilakukan jika menghadapi kejadian seperti itu adalah baik si introvert maupun ekstrovert mendiskusikan gaya mereka yang berbeda dan menemukan cara terbaik dalam menyelesaikan konflik yang dihadapi.

Bagi wanita introvert belajarlah untuk menyampaikan pada pasangan bahwa Anda cenderung menutup diri saat marah atau menghadapi masalah dan membutuhkan waktu untuk memikirkan masalah sebelum membicarakannya lagi. Sedangkan untuk pria ekstrovert, kemukakanlah bahwa Anda memang agak ‘berisik’ saat menghadapi masalah namun bukan berarti marah atau kesal. Anda hanya butuh untuk meluapkan perasaan Anda sekaligus sebelum memprosesnya dengan benar.

Perbedaan kepribadian antara wanita introvert dan pria ekstrovert sebenarnya mempunyai kelebihan loh. Sang wanita bisa mendengarkan pasangan prianya, sedangkan si pria bisa mendorong pasangan wanitanya untuk menjadi aktif dan bersosialisasi. Percayalah dengan saling memahami karakter masing-masing masalah akan bisa diminimalisir.

%d blogger menyukai ini: