Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata ghost? Pastinya Anda memikirkan berbagai makhluk yang menyeramkan seperti kuntilanak, genderuwo, tuyul dan lain-lain kan? Dalam hubungan romantis pun dikenal istilah ghosting, dan ini lebih menyeramkan dari pada makhluk-makhluk yang saya sebutkan tadi.

Ghosting dalam romantic relationship dipakai untuk menjelaskan kondisi dimana pasangan atau orang yang mempunyai hubungan dekat secara emosional dengan kita tiba-tiba menghilang dari kehidupan kita, gak bisa dihubungi, telepon gak diangkat, message gak dibalas, bahkan media sosial pun diblok, tanpa memberikan penjelasan apa pun. Caranya menghilang sudah seperti hantu banget kan? Cara seperti ini sedang banyak dilakukan untuk mengakhiri sebuah hubungan.

Perilaku ghosting ini biasanya disebabkan karena adanya rasa tidak nyaman terhadap sebuah hubungan yang sedang dijalani dan memilih menghilang untuk menghindari pasangannya. Orang yang melakukan perilaku ghosting biasanya tidak mempunyai cukup nyali untuk mengakhiri hubungannya dengan cara yang baik.

Impact dari perilaku ghosting ini sangat menyakitkan bagi korban ghosting. Para korban ghosting biasanya dihantui pertanyaan-pertanyaan yang jawaban sebenarnya tidak akan mereka ketahui karena memang mereka ditinggalkan tanpa penjelasan. Mereka merasa dikhianati karena komitmen hubungan yang sudah dibangun tidak dihargai. Bahkan untuk sebagian korban, hal tersebut dapat menyebabkan trauma untuk menjalani hubungan yang baru.

Untuk Anda yang sedang mengalami hal seperti ini, cobalah untuk menerima kenyataan bahwa hubungan Anda sudah berakhir. Memang tidak mudah sih, apalagi ditinggalkan tanpa penjelasan. Tapi ngapain juga kan kita menunggu orang yang sudah jadi ‘hantu’.

Berhentilah

Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah berhentilah berusaha untuk menghubunginya. Tapi kalau Anda masih penasaran atas alasan kepergiannya, bolehlah Anda menetapkan tenggat waktu untuk berusaha menghubunginya, jika sampai batas waktu yang Anda tetapkan masih juga tidak ada jawaban, maka BERHENTILAH.

Hindari

Selain itu, hindari mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat Anda ditinggalkan karena hanya akan menjadi asumsi dan pembenaran menurut persepsi Anda saja tanpa akan pernah tau apa jawaban yang sebenarnya. Anda juga tidak dibenarkan untuk menyalahkan diri sendiri. Don’t ever blame yourself! DO NOT!!!

Move On

And the last is let’s move on! Gak ada gunanya terus-terusan meratapi si ‘hantu’ itu, bukalah hati untuk yang lain yang bisa berkomitmen dengan baik dan untuk rencana-rencana hidup Anda yang lain. You deserve better.

Semoga untuk yang sedang jadi ‘hantu’ segera disadarkan. Kurang-kurangin ya nyakitin hati orangnya. Haha. Dan untuk yang sedang jadi korban ‘hantu’ semoga segera dipulihkan dari sakitnya perasaan yang belum terselesaikan. Finally, semoga postingan ini ada faedahnya, hehe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here