Aktivitas padat, rutinitas yang berulang, belum lagi ditambah masalah personal yang bisa saja datang membuat kita mudah stres. Tingkat stres yang begitu tinggi dewasa ini, justru membuat performa turun. Kita perlu relaksasi sejenak untuk bisa menenangkan pikiran, memusatkan kembali fokus, dan meningkatkan kembali performa diri kita kembali prima. Berikut 5 alternatif relaksasi instan untuk menghindari stres.

1. Pernapasan

Menurut studi yang dilansir oleh University of Connecticut, latihan pernapasan bisa menurunkan ketegangan otot.

Caranya: Cari tempat duduk yang nyaman. Lalu, fokus dengarkan dan rasakan setiap hembusan dan tarikan napas Anda. Tarik nafas dalam-dalam lewat hidung, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan lewat mulut. Lakukan berulang sampai Anda merasa lebih tenang.

2. Tertawalah

Konon, rasa gembira, termasuk tawa adalah obat yang mujarab. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tertawa juga bisa membantu: – Meningkatkan imunitas tubuh. “Antibodi sel-T, yang melawan infeksi tampak meningkat ketika seseorang tertawa. Ini menunjukkan adanya respons fisik terhadap humor,” jelas Steven Sultanoff, PhD, mantan President Association of Applied and Therapeutic Humor. – Meningkatkan mood. Emosi ceria dan stres tak bisa menyibukkan otak seseorang dalam waktu yang sama. Tawa bisa membantu mengeliminasi perasaan yang tak mengenakkan. – Menghilangkan rasa sakit. – Mengurangi stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level hormon penyebab stres (kortisol) turun secara signifikan sebagai respons dari tawa. – Mengubah tampilan. Humor mengeluarkan pikiran negatif yang diasosiasikan dengan masalah kesehatan dan emosional.

3. Curhat

Curhat (mencurahkan isi hati) tak selalu menyebalkan untuk si pendengar, asal Anda bisa menyampaikannya dengan benar. Luncurkan curahan hati ke orang yang memang benar-benar ingin mendengarkan. Pastikan orang itu tak selalu orang yang sama. Asal Anda yakin ia adalah orang yang bisa dipercaya, bukan orang sembarangan. Ingat curhatpun harus kepada orang yang tepat ya.

4. Cari cahaya

Cahaya mendorong produksi serotonin, saraf yang mengendalikan mood. Kekurangan eksposur terhadap cahaya bisa mengarah ke depresi ringan. Tambahkan cahaya atau lampu di sekitar Anda. Atau, jika ternyata Anda menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan, usahakan untuk keluar, dan melihat matahari di sore hari.

5. Dengarkan musik

Merasa sakit? Memiliki perasaan tak enak? Coba dengarkan musik. Di beberapa rumah sakit, pasien ICU yang harus bertahan hidup dalam ventilator, mendengarkan musik pilihan mereka. Metode ini terbukti membuat para pasien lebih rileks dibanding pasien yang tidak mendengarkan musik. Penelitian terkini membuktikan bahwa otak merespons musik seperti ia merespons obat-obatan. Musik bisa meregulasi fungsi tubuh, mensinkronkan kemampuan motorik, menstimulasi pikiran, bahkan membuat seseorang lebih pandai. Selain itu, musik juga bisa membantu seseorang mengatasi rasa sakit, meningkatkan mood dan mobilitas pasien penderita parkinson, mengurangi dan menghilangkan rasa sakit setelah pembedahan, mengurangi mual selama kemoterapi, membantu pasien menerima pengobatan yang diberikan dokter, mengurangi rasa gugup, menurunkan tekanan darah, mengurangi depresi, dan meningkatkan kreativitas.

Semoga bermanfaat!