Kebanyakan orang begitu sibuk memikirkan bagaimana cara untuk menyayangi orang lain dengan tepat namun mereka lupa bahkan tidak pernah memikirkan bagaimana cara untuk menyayangi diri mereka sendiri. Sebagai contoh, ketika sahabat kita mempunyai masalah maka sebagai sahabat yang baik pastinya kita akan menghibur, memberikan semangat dan menunjukkan empati atas kesedihan sahabat kita tersebut. Namun apa yang kita lakukan kepada diri sendiri ketika kita mengalami masalah? Apa kita melakukan hal yang sama seperti saat memperlakukan sahabat kita yang sedang mengalami masalah? Apa kita memberikan semangat dan menghibur diri kita sendiri? Sepertinya sebagian besar orang (termasuk saya) tidak men-treat diri sendiri dengan layak saat kita menghadapi masalah. Biasanya kita malah men-judge diri kita sebagai orang yang bodoh, ceroboh atau berkata-kata kasar saat kita mengalami masalah dan kegagalan. Padahal sebenarnya menyayangi diri sendiri merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. Kenapa? Karena diri kita sendiri adalah orang yang paling bisa diandalkan di kehidupan kita.

Love yourself, first! Kalimat tersebut merupakan kalimat persuasi agar kita menyayangi diri kita sendiri. Sikap menyayangi diri sendiri ini disebut dengan istilah self compassion. Menurut Kristin Neff, ada tiga komponen utama agar kita bisa menerapkan self compassion. Pertama, self kindness (kebaikan diri), hal ini berarti kita harus bersikap baik pada diri sendiri. Penuh dengan kelembutan, perhatian dan empati saat menghadapi suatu masalah. Berikanlah sikap yang sama pada diri sendiri seperti kita bersikap saat menghibur sahabat yang sedang terkena masalah. Kedua, common humanity, maksudnya adalah kita menyadari bahwa kita bukan satu-satunya orang yang mengalami penderitaan, kegagalan dan kesalahan. Orang lain pun pernah mengalami hal serupa dengan kita. Ketiga, mindfulness, yaitu kesadaran dalam menerima pengalaman/ hal-hal yang terjadi dalam hidup kita. Tidak menolak ataupun terlalu larut dalam hal yang terjadi dalam hidup.

Agar self compassion kita tinggi, kita bisa melakukan beberapa cara, antara lain jadilah sahabat bagi diri sendiri, ada banyak cara yang bisa ‘mendekatkan’ kita dengan diri kita sendiri, dengan melakukan me time misalnya. Cintai diri kita, yakinkan diri kita bahwa kita mencintai diri kita dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Lakukan hal yang didasari oleh cinta terhadap diri sendiri, seperti berpikir positif kepada diri sendiri. Berkumpul dengan orang-orang yang positif, saat rasa menyayangi diri sendiri sudah meningkat, akan muncul keinginan untuk mendapatkan cinta yang lebih banyak dari orang-orang sekitar kita. Oleh karena itu, berkumpul/ berteman dengan orang-orang yang positif, optimis dan penuh cinta bisa menjadi pilihan yang terbaik.

Ada banyak keuntungan yang kita dapatkan jika self compassion kita tinggi. Salah satunya adalah efektifnya hubungan yang kita bangun dengan orang lain karena kita akan lebih lemah lembut, wise, mampu berempati, mendukung orang lain, memahami orang lain dengan lebih baik dari pada orang yang tidak begitu baik kepada dirinya sendiri.

Namun ada anggapan bahwa dengan self compassion yang tinggi, kita cenderung menjadi malas dan membuat produktivitas kita menurun. Tapi hal tersebut disanggah oleh researcher, mereka menyatakan bahwa seseorang dengan self compassion yang tinggi, ketika dia menyadari kekurangan pada dirinya, dia akan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kekurangan mereka tersebut.

Nah bagi kita yang masih belum bisa menyayangi dan bersikap baik pada diri sendiri, mulai sekarang belajar untuk menyayangi diri sendiri yuk 🙂