Stop Membandingkan Dirimu Dengan Orang Lain

Comparison is the thief of joy.” – Theodore Roosevelt

Kita dibesarkan dalam masyarakat yang membiasakan kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Di lingkungan keluarga, orang tua sengaja menggunakan perbandingan untuk mencoba mengendalikan perilaku anak.

Familiar dong dengan kata-kata “Lihat tuh nilai matematikanya si A, kamu juga bisa kok dapat nilai bagus kalau kamu belajar lebih keras lagi.” Gak hanya di lingkungan keluarga, di lingkungan lainnya pun seolah disetting untuk mendorong kita untuk melakukan “lebih baik daripada” orang lain.

Budaya membandingkan diri sendiri dengan orang lain ini memang bisa menjadi motivasi, namun jika tidak tepat dilakukan malah bisa membuat kita merasa insecure, tidak percaya diri bahkan merasa rendah diri. Padahal percayalah, setiap orang diciptakan dengan keistimewaannya masing-masing. Kita hanya perlu menunjukkan potensi keistimewaan itu dengan cara kita sendiri.

Back to Roosevelt’s quote about comparison being the thief of joy, terlalu sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain dapat membuat kita lupa bahwa betapa berharganya diri kita. Bahkan gak jarang kita merasa bahwa orang lain jauh lebih beruntung dan lebih baik daripada kita. So, buat yang masih suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain, ada tips nih biar hidup kita lebih berarti dari sekedar mengeluh dan membandingkan.

Here are some tips:

Pikirkan dan pahami situasi apa yang menyebabkan kita membandingkan diri dengan orang lain. Lalu sadarilah bahwa situasi tersebut tidak bisa dijadikan alasan yang kuat untuk membuat kita melakukan perbandingan dengan orang lain.

Ingatlah bahwa sisi luar orang lain tidak dapat dibandingkan dengan sisi luar dalam diri kita. Kita tidak dapat membandingkan sisi luar orang lain untuk menilai realitas kehidupan mereka. Karena apa yang orang lain tunjukkan pada lingkungannya belum tentu cerminan diri mereka yang sebenarnya. Saya pernah merasa terkejut ketika ada pasangan yang tampak sangat bahagia mengumumkan tentang perceraian mereka.

Berjuanglah lebih keras untuk meraih mimpi-mimpi pribadi kita. Daripada terus menerus iri dengan kehidupan orang lain, lebih baik kita mulai menata hal-hal yang penting bagi hidup kita. Fokus pada diri sendiri, pada kemampuan unik kita dan apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup.

Bersyukurlah atas semua kebaikan di dalam hidup kita. Stop hating yourself for everything you aren’t and start loving yourself for everything you already are. Be grateful. Fokus dan berpikir positiflah agar kita bisa menemukan alasan untuk tersenyum dan menjalani hari dengan indah.

Semoga tips-tips tersebut bisa membuat kita berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan dapat menjalani hidup dengan lebih baik 🙂

 

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Instagram

Most Popular

Ho’oponopono : Metode Terapi Penyembuhan Diri

Ho’oponopono. Satu kata yang disebutkan oleh salah satu member grup yang saya ikuti, konon katanya bisa menjadi solusi mudah untuk meluruhkan emosi negatif dan memori...

Apa Jadinya Kalau Kamu Adalah Seorang Melankolis-Plegmatis?

Pemahaman untuk mengenali diri sendiri tampaknya masih menjadi topik yang sangat disukai oleh kita sebagai manusia. Karena kebanyakan dari kita masih bingung dalam hal...

INFP : Kepribadian Si Idealis

Minggu lalu saya menulis tentang tipe kepribadian MBTI secara general. Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang salah satu dari enam belas tipe kepribadian...