Dalam interaksi sosial, tidak jarang kita menemui konflik dengan orang lain. Salah satu penyebab terjadinya konflik bisa jadi karena kita tidak mengenal dengan baik kepribadian orang tersebut. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami kepribadian orang lain. Demi terciptanya hubungan yang harmonis, baik itu hubungan pertemanan, hubungan di dalam dunia kerja, hubungan keluarga dan hubungan dengan pasangan.

Mari belajar memahami kepribadian orang lain!

Untuk memahami kepribadian orang lain, sebelumnya kita harus tau dulu apa sih kepribadian itu?

Pada intinya kepribadian adalah pola khas seseorang dalam berpikir, merasa dan bertingkah laku yang relatif stabil dalam merespon suatu situasi.

Di dunia psikologi, ada banyak teori tentang macam-macam kepribadian manusia. Ada yang membedakan kepribadian berdasarkan cara mendapatkan source of energy-nya, yaitu introvert, ekstrovert dan ambivert.

Ada yang membedakan kepribadian menjadi enam belas tipe kepribadian berdasarkan cara pandang dan cara mengambil keputusan, yang kita kenal sebagai MBTI theory.

Dan yang paling populer adalah teori yang membedakan kepribadian berdasarkan karakter dasarnya, yaitu sanguinis, koleris, melankolis dan plegmatis.

Bagi Anda yang selalu bersemangat, senang menjadi pusat perhatian, suka berbicara, ramah dan menyenangi kondisi yang ramai, maka Anda termasuk orang dengan kepribadian sanguinis.

Untuk Anda yang suka memimpin, optimis, tegas, tidak mudah menyerah namun cenderung emosional, dapat dipastikan Anda adalah bagian dari orang-orang koleris.

Sedangkan jika Anda yang cenderung rapih, teratur, perfeksionis, dan lebih sensitif, Anda termasuk tipe kepribadian melankolis.

Dan yang terakhir, Anda bisa dikatakan orang plegmatis jika cenderung suka mengalah, menghindari konflik, sabar dan memiliki toleransi yang tinggi.

Pada kenyataannya, seseorang bisa memiliki lebih dari satu tipe kepribadian namun tetap ada yang lebih dominan.

Setelah kita mengetahui tipe kepribadian manusia, kita bisa mengamati perilaku orang-orang di sekitar kita. Kita lebih bisa menempatkan diri dan mengetahui bagaimana cara memperlakukan orang lain sesuai dengan karakternya.

Contohnya, jika kita berbicara dengan orang melankolis, karena pada dasarnya orang melankolis teratur dan lambat dalam mengambil keputusan. Maka cobalah berbicara dengan sopan, sistematis, rinci dan jangan pernah mendesak untuk mengambil keputusan.

Selain bisa memperlakukan orang lain dengan lebih tepat, manfaat lain yang bisa kita dapat dari memahami kepribadian orang lain adalah dapat menghindari kesalah pahaman.

Kita juga bisa mengurangi konflik, membantu dalam menyelesaikan masalah, memudahkan membaca situasi, dan lain-lain.

Dengan memahami kepribadian orang lain, kita bisa lebih bijak dalam berinteraksi sosial yang nantinya dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

Semoga bermanfaat…