Anak-anak generasi tahun 90-an dan 80-an akhir pasti tau dong lagunya Blue yang berjudul “Sorry Seems To Be The Hardest Word” yang rilis sekitar tahun 2002? Waktu itu saya masih SMP lah kira-kira. Disini saya tidak membahas tentang lagunya kok, saya hanya tertarik pada judulnya. Sorry seems to be the hardest word. Meminta maaf sepertinya adalah hal yang paling sulit. Benarkah?

Sebenarnya sulit atau tidaknya seseorang dalam hal mengatakan atau meminta maaf kepada orang lain atas kesalahannya tergantung pada karakter dan pengaruh lingkungan orang tersebut. Ada orang yang egois yang tidak mau minta maaf, ada orang yang gengsi jika minta maaf duluan, bahkan ada juga orang yang tidak tau bagaimana caranya minta maaf. Selain hal tersebut, lingkungan juga cukup berpengaruh terhadap kebiasaan seseorang dalam meminta maaf. Jika kita berada di lingkungan yang membiasakan diri untuk minta maaf saat melakukan kesalahan, tentunya kita tidak akan mengalami kesulitan dalam meminta maaf. Emosi dan mood juga berpengaruh disini. Kalau emosi kita sedang kacau dan mood sedang tidak bagus, bisa dipastikan kita malas untuk minta maaf walaupun kita yang salah (dasar ya manusia itu egois, hehe).

Namun sebagai manusia yang mempunyai akal dan hati nurani, kita harus berbesar hati untuk meminta maaf dengan tulus jika melakukan kesalahan dan menyakiti orang lain. Buang saja rasa gengsi, rasa takut tidak dimaafkan, ataupun rasa bingung bagaimana caranya meminta maaf. Just do it! Sadarilah bahwa permintaan maaf yang tulus dapat memperbaiki hubungan yang rusak karena kesalahan kita.

Ada beberapa cara untuk mengatakan ‘Saya minta maaf’ secara tulus kepada orang yang telah kita sakiti :

Akui bahwa apa yang kita lakukan salah. Langkah awal yang harus kita lakukan adalah mengakui dan menjelaskan kesalahan kita. Kemukakan alasan mengapa kita melakukannya. Tapi ingat, jangan sampai kita menggunakan alasan tersebut sebagai pembenaran atau balik menyalahkan orang lain.

Meminta maaflah dengan tulus. Bersikap lah dengan tulus dan rendah hati, tidak membenarkan kesalahan, tunjukkan lah rasa menyesal karena telah melakukan kesalahan, berempatilah terhadap perasaan orang yang telah kita sakiti dan tunjukkan bahwa kita akan berubah.

Menyadari bahwa meminta maaf bukan tentang menang dan kalah. Saat kita meminta maaf berarti kita sadar bahwa kita menghargai sebuah hubungan lebih dari ego pribadi dan kita sedang berproses untuk memperbaikinya.

Mintalah dia memaafkan kita. Bisa saja kita tidak dimaafkan secara langsung, berilah dia waktu untuk berpikir. Hargailah apapun keputusannya dan jika permintaan maaf kita ditolak, jangan sampai hal tersebut malah membuat kita sakit hati dan menjauhinya.

Meminta maaf terkadang memang tidak mudah, namun kita harus tetap melakukannya. Mumpung bulan Ramadhan nih, yang merasa punya salah, ayo segera meminta maaf.