Hari ini saya malas ngapa-ngapain banget. Selesai mengerjakan pekerjaan rumah, yang saya lakukan hanya berchatting ria dengan teman-teman. I know what I need to do, but no matter how much I remind myself, I don’t do it. Lazziness overload. Sampai teman saya, si Badru bilang “Sama hantu kalah, sama malas kalah? Mau jadi apa?” Karena kata-kata si Badru itu terdengar menyebalkan tapi ada benarnya, maka saya langsung berniat mengerjakan apa yang harus saya kerjakan.

Well, menurut saya sebenarnya rasa malas itu adalah hal yang wajar. Namun menjadi tidak wajar jika malasnya berlebihan. Penyebab rasa malas bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah kurang termotivasi. Pada umumnya, manusia enggan mengeluarkan effort untuk sesuatu yang tidak memberikan hasil dengan segera. Manusia cenderung merasa lebih bersemangat jika hasil dari apa yang dilakukannya dapat terlihat atau dirasakan langsung. Untuk itu ada baiknya jika kita mengetahui dengan pasti apa saja keuntungan-keuntungan yang didapat jika kita melakukan sesuatu agar kita dapat termotivasi dalam melakukannya.

Kurang disiplin juga bisa menjadi penyebab rasa malas. Untuk hal yang satu ini kita bisa mensiasatinya dengan cara membuat jadwal kegiatan sehari-hari yang harus kita patuhi. Sistem punishment juga dapat kita terapkan agar kita bisa lebih konsisten dalam melakukan kegiatan yang telah kita susun.

Nah ngerasa banget kan kalau rasa malas itu memberikan dampak yang tidak baik? Jadi kita harus bisa mengalahkan rasa malas. Beberapa trik yang bisa kita lakukan antara lain:

Set your goals

Buatlah target yang jelas, baik itu jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Simplenya sih buat dulu goal harian. Misalnya “Besok saya harus sudah menyelesaikan artikel pada jam delapan malam.” Di dalam kalimat tersebut ada waktu yang jelas, maka otak kita terangsang untuk mengerjakan sesuai dengan target yang telah kita tetapkan.

Membuat to-do-list

Aturlah jadwal harian serinci mungkin agar menjadi orang yang teratur dan terarah. Yang diperlukan disini adalah kekonsistenan dalam mengerjakan apa yang sudah dijadwalkan. Dengan adanya to-do-list ini sebenarnya kita setengah dipaksa untuk menjalankan apa yang sudah direncanakan.

Stop menunda

Jangan pernah menunda suatu hal, apapun itu. Usahakan untuk mengerjakan suatu hal secara langsung. Karena sesungguhnya menunda dapat membuat beban terasa lebih berat. Dengan tidak menunda dalam melakukan sesuatu, kita dapat terhindar dari rasa malas.

Punishment

To-do-list yang telah kita buat, akan semakin efektif dengan adanya punishment. Jadi jika kita tidak melakukan apa yang harus kita lakukan sesuai dengan jadwal yang telah kita buat, maka kita harus mendapatkan hukuman. Manusia cenderung menghindari hukuman, maka mau tidak mau kita akan mentaati jadwal kita.

Reward

Manusia sangat senang dengan reward. Maka tidak heran jika kita tergerak untuk melakukan action jika ada hadiah. Hadiahi lah diri kita saat kita mampu untuk melakukan apa yang telah kita targetkan. Saya sering menggunakan trik ini. Walaupun dengan reward yang sangat sederhana (membelikan diri sendiri ice cream) tapi menurut saya cara ini cukup ampuh untuk mengatasi rasa malas.

Selamat mencoba 🙂