Selain kecerdasan intelektual, orang-orang juga selalu berbicara tentang kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Sampai saat ini, tidak ada indikator dan alat ukur yang jelas untuk mengetahui kecerdasan seseorang, kecuali untuk kecerdasan intelektual.

Walaupun tidak dapat dijadikan sebagai indikator mutlak dalam menilai kecerdasan intelektual, namun tingkat kecerdasan intelektual seseorang dapat diprediksi dengan sebuah tes yang biasa kita sebut dengan psikotest. Di dalam tes tersebut, kita akan mengetahui kemampuan seseorang dalam hal membayangkan ruang, kemampuan matematis, kemampuan melihat sekeliling secara runtun. Selain itu dilihat juga kemampuan mencari hubungan antara satu kata dengan kata lain dan memiliki memori yang bagus. Nilai dari hasil psikotest dapat menunjukkan tingkat kecerdasan intelektual seseorang. Semakin tinggi nilai psikotest seseorang dapat diartikan semakin tinggi pula tingkat kecerdasan intelektual orang tersebut.

Tidak seperti kecerdasan intelektual yang dapat diukur, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual tidak dapat diukur karena sifatnya yang kualitatif, bukan kuantitatif.

Selama ini, kecerdasan intelektual diyakini sebagai satu-satunya hal yang menentukan keberhasilan seseorang di masa depan. Namun peneliti di bidang psikologi menunjukkan bahwa kecerdasan emosional mempunyai peran yang sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual dalam menentukan kesuksesan seseorang di masa depan.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengendalikan dan mengevaluasi emosi yang ada di dalam dirinya maupun orang lain dan menggunakan informasi tersebut secara tepat. Seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi mampu memahami dan mengatur emosi mereka sendiri, mampu membaca emosi orang lain dan memiliki empati yang tinggi.

Membangun kecerdasan emosional bukan hal yang mudah, namun dengan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dapat meningkatkan cara kita dalam membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

Berikut beberapa tips untuk meningkatkan kecerdasan emosional:

Jangan mengabaikan perasaan. Cobalah untuk tidak mengabaikan perasaan yang muncul di dalam diri kita, sekalipun perasaan yang membuat kita tidak nyaman. Gelombang emosi kita akan datang, memuncak dan memudar secara alami. Jangan pernah mengabaikan perasaan dengan memotong gelombang emosi sebelum memuncak.

Hubungkan perasaan dengan pikiran. Ketika kita merasakan sesuatu, cobalah untuk memahami apa yang kita pikirkan tentang hal tersebut. Mendengarkan perasaan-perasaan yang hadir dapat membantu kita dalam membuat keputusan yang terbaik.

Tanyakan perasaan diri sendiri. Mulailah untuk mempertanyakan dan me-ranking perasaan kita setiap hari dan catat di buku catatan harian. Dengan memberi peringkat tentang perasaan kita setiap hari, kita bisa tahu kapan perasaan kita berubah secara drastis. Jika kita mengetahui kapan perasaan kita tampak ekstrim, kita bisa memikirkan apa yang menyebabkan perasaan tersebut muncul dan dapat memikirkan solusi dari hal tersebut.

Belajar mengalihkan fokus. Belajarlah untuk mengetahui kapan waktunya untuk fokus ke dalam diri sendiri dan menyadari kapan saatnya untuk melihat dunia sekitar kita.