Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi suatu teknik sederhana untuk lebih mudah memaafkan. Forgiveness Therapy. Sebuah teknik sederhana yang sudah saya sering terapkan pada klien yang saya terapi dan terbukti ampuh bisa menetralkan dan mengangkat emosi negatif yang tersimpan. Kabar baiknya teknik ini aman untuk dilakukan secara mandiri!

Maaf, sebuah kata sederhana yang tidak mudah untuk dilakukan. Maaf sendiri bukan melupakan, tapi lebih ke menetralkan kembali emosi yang tersimpan di suatu kejadian, keadaan, dan tentu orang lain.

Saya sering mendapati klien yang meminta untuk di-hypno agar ia bisa melupakan sesuatu. Namun sayangnya, melupakan sesuatu bukanlah solusi karena sifatnya adalah memendam atau menekan ingatan kita dalam-dalam. Akan datang waktunya suatu kejadian, keadaan, atau orang yang bisa mentrigger hal itu, dan ketika ingatan tersebut bangkit maka intensitas emosinya biasanya jauh lebih tinggi daripada sebelumnya.

Persiapan Forgiveness Therapy

Teknik ini harus Anda lakukan rutin selama 14-21 hari berturut-turut sebelum Anda tidur. Konsistensi dan niat yang kuat sangat menjadi kunci keberhasilan Anda.

Sebelum Anda mulai melakukan teknik mandiri ini, ambilah sebuah kertas dan alat tulis. Tulislah daftar orang atau kejadian yang sekiranya memiliki emosi negatif besar di hidup Anda. Bisa karena Anda kecewa, marah, atau dendam dengan seseorang, bahkan tentang rasa tidak terima dengan perlakuan seseorang. Saya sarankan ambil maksimal 5 saja terlebih dahulu jika memang Anda memiliki banyak target untuk diselesaikan.

Dari daftar yang sudah Anda buat, coba ukur intensitas emosi Anda pada nama orang yang Anda tulis di kertas tadi dari skala 0-10, kemudian tulis di samping nama orang tersebut. Lakukan untuk semua daftar orang yang sudah Anda buat.

Tatacara Melakukan Forgiveness Therapy

Berikut tata caranya :

  1. Cari ruangan yang nyaman minim gangguan.
  2. Anda bisa melakukannya dengan posisi duduk santai di sofa atau bisa juga duduk dipinggiran kasur sebelum tidur.
  3. Berdoa terlebih dahulu sesuai keyakinan Anda agar apa yang Anda lakukan berhasil.
  4. Duduk dengan santai dan pejamkan mata Anda, niatkan untuk melakukan teknik ini dengan penuh kesadaran demi hidup yang lebih baik.
  5. Tarik nafas yang dalam melalui hidung Anda secara perlahan, keluarkan perlahan pula lewat mulut.
  6. Lakukan pernafasan tadi sambil Anda bilang pada diri Anda “Rileks”, lakukan sebanyak 10 hitungan atau sampai Anda benar-benar merasa rileks.
  7. Ketika Anda sudah rileks, sekarang bayangkan, rasakan, dan dengarkan seolah-olah Anda memanggil diri Anda sendiri untuk datang ke hadapan Anda. Hadirkan ia di hadapan Anda. Santai, saja nikmati sampai Anda merasa benar-benar ia telah hadir. Setelah hadir bilang pada diri Anda “Wahai diriku, terimakasih atas segala pengorbanan dan usahamu selama ini. Apapun kesalahan yang pernah kamu lakukan sudah aku maafkan. Mari berkembang lebih baik lagi. I love you!”. Bayangkan ia kemudian tersenyum, lalu Anda peluk dia. Lalu izinkan dia untuk kembali pergi.
  8. Atur kembali nafas Anda 3x tarikan dan hembusan nafas yang dalam.
  9. Masuk ke list orang pertama. Sama seperti tadi, bayangkan, rasakan, dengarkan, dan coba hadirkan ia seolah-olah ada dihadapan Anda. Katakan padanya “A (nama orang tersebut), maafkan aku. Apapun kesalahanmu, itu sudah terjadi, yang bisa kita lakukan hanya perbaiki. Aku telah memaafkan semuanya”. Bayangkan orang tersebut tersenyum, mengangguk lalu pergi. Coret list orang pertama tadi dari kertas daftar Anda, kemudian ukur skala intensitas emosi Anda dari skala 0-10. Bandingkan dengan intensitas sebelum Anda melakukan ini.
  10. Ulangi langkah nomor 9 hingga semua orang di daftar Anda sudah Anda coret.
  11. Tutup sesinya dengan rasa dan ucapan syukur.

Ingat, seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Anda harus melakukannya rutin setiap hari selama 14-21 hari (sesuai dengan hasil cek skala intensitas).

After Effect

Setelah praktek rutin teknik Forgiveness Therapy selama waktu yang telah ditentukan, Anda akan merasakan manfaatnya. Ketenangan, fokus yang jauh lebih baik, stres berkurang, dan emosi Anda kini tidak akan bergejolak semisal ada trigger (misal: tetiba ketemu dan interaksi dengan orang di daftar yg Anda tulis) yang muncul.

Perlu dipahami, melakukan teknik ini bukan berarti Anda tidak perlu meminta atau memberi maaf di dunia nyatanya. Justru dengan melakukan teknik ini, sama seperti Anda memperbaiki luka Anda terlebih dahulu, dengan begitu Anda telah memiliki bekal dan lebih siap untuk melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih prima daripada sebelumnya.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!